TANDUN -- Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu (Rohul) masih lakukan pengembangan terhadap penemuan sepucuk senjata api FN organik yang ditemukan oleh warga Desa Koto Tandun saat gotong di tempat pemakaman umum di pinggir jalan  di Jalan raya Kecamatan Tandun, Rabu 21 Oktober 2015 sekitar pukul 09.30 WIB lalu.

Pengembangan penemuan Senpi ini akan dikaitkan dengan maraknya aksi pencurian dengan kekerasan atau perampokan di wilayah hukum polres Rohul akhir-akhir ini.

"Kita akan kembangkan, apakah senpi ini merupakan senjata yang digunakan oleh para pelaku rampok yang terjatuh ketika melakukan aksinya," kata AKBP Pitoyo Agung Yuwono, SIK. Mhum didampingi Waka Polres Kompol Indra Setiawan, SIK, Kabag Sumda Kompol Yuliusman, SIK dan Kapolsek Tandun AKP Artisal saat Ekspose di Mapolsek Tandun, Sabtu 31 Oktober 2015 kemarin.

Diakui Kapolres AKBP Pitoyo, Senpi yang ditemukan warga Koto Tandun ini bukan merupakan senjata api rakitan. Namun merupakan senjata organik yang dibuat di Pabrik.

"Bukan rakitan, namun senpi ini merupakan senjata pabrikan, " sambung AKBP Pitoyo yang menerangkan senpi ini bukan milik anggota polisi maupun TNI. Dia juga menjelaskan senpi ini sudah lama terendam di dalam lumpur hingga kondisinya berkarat.

"Setelah kita periksa pun senpi tidak ada peluru didalamnya," tambah AKBP Pitoyo.

Mengenai keterkaitan antara penemuan Senpi dengan aksi perampokan yang didominasi rata-rata menggunakan senjata api, Kapolres AKBP Pitoyo mengakui akan fokus dalam penyelidikan itu.