PASIR PENGARAYAN -- Kawanan rampok kembali beraksi di wilayah hukum Kepolisian Resor Rokan Hulu (Rohul), Selasa 13 Oktober 2015 tadi malam sekitar pukul 19.15 WIB di sebuah rumah toko Candro, menjual barang harian di, Simpang D, Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir.

Pemilik ruko menjual barang harian yang juga korban dalam aksi pencurian dengan kekerasan (curas) itu Olomatur Sihotang (45) mengalamai luka serius dibagian kepala akibat dipukul pakai benda tumpul, dan saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasir Pengarayan.

Kepala Polres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono, SIK. Mhum melalui Kapolsek Rambah Hilir Iptu Tri Hidayat, menjelaskan kronologis kejadian tindak pidana curat itu.

"Menurut keterangan saksi, pelaku ada tujuh orang. Mereka pura-pura ingin membeli di Ruko barang harian korban," kata Iptu Tri Hidayat, Rabu Rabu 14 Oktober 2015 pagi.

Dijelaskan Kapolsek, berawal malam itu tiba-tiba datang satu unit mobil yang kabarnya merek toyota Avanza warna silver. Sesampai di depan toko korban, pelaku langsung memarkirkan kendaraannya.

"Dari bagasi belakang, turun tiga pelaku dan masuk ke toko korban. Karena katanya mau membeli beras, maka korban melayani layaknya pembeli lainnya," terang Iptu Tri Hidayat.

Ditambahkan Iptu Tri Hidayat, pada saat korban melayani Tiga pelaku itu, tiba-tiba dari dalam mobil turun Empat pelaku lainnya dan langsung masuk ke toko dan menghampiri korban dan langsung menyekap korban.

"Mulut korban dilakban. Karena merasa disakiti, korban berontak dan mencoba melawan. Akhirnya korban dipukuli serta tangan korban diikat  oleh pelaku,"jelas Kapolsek Iptu Tri Hidayat.

Karena sudah merasa aman, kemudian pelaku yang diduga berjumlah tujuh orang itu mengacak-ngajak seisi toko serta membongkar laci kasir dengan cara dipukul.

"Saat pelaku lengah. Korban berhasil melarikan diri ke belakang rumahnya. Selanjutnya meminta pertolongan kepada warga sekitar, (Jepri, Lambok Sihotang dan Musaji) yang juga menjadi saksi " tambah Iptu Tri Hidayat, serta menerangkan, dengan menggunakan mobil Avanza, ketujuh pelaku langsung melarikan diri ke arah Pasir Pengarayan.

Ditempat terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres AKP Rachmad Muchamat Salihi, SIK mengatakan saat ini kasus perampokan ini masih dalam penyelidikan, pasalnya sampai saat ini pihaknya masih belum bisa meminta keterangan pasti dari korban yang kini masih diwarat di RSUD Pasir Pengarayn.

"Korban masih trauma atas kejadian itu," kata AKP Rachmad.

Dikatakan AKP Rachmad, informasi awal menyebutkan tujuh pelaku curas tersebut menggunakan benda yang diduga sejenis senjata api, selain itu juga benda tumpul serta senjata tajam. Namun diakuinya, saat ini masih belum bisa menyimpulkan informasi itu.

"Kita belum dapat simpulkan apakah benar para pelaku menggunakan senjata api. Nanti kalau korban sudah sudah bisa kita mintai keterangan, baru kita simpulkan," jelas AKP Rachmad, sambil menyebutkan informasi awal kerugian materil diperkirakan Rp 1 juta.**(am)