• Warga batang kumu sedang meninjau lokasi lahan yang diduga diserobot oleh PT MAI.

TAMBUSAI -- Warga Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai menuding pihak Perusahaan perkebunan Kelapa Sawit  PT. Majumo Agro Indonesia (MAI) terlalu serakah. Pasalnya sudah terlalu banyak tanah warga yang diserobot oleh perusahaan perkebunan ini.

Selain melakukam penyerobotan lahan warga, perusahaan ini juga tak henti-hentinya melakukan pengerusakan tanaman warga desa Batang Kumu di daerah kali kapuk. Oleh sebab itu, Rabu 21 Oktober 2015 kemarin, puluhan warga batang kumu kembali melakukan peninjuan lahan yang sudah diserobot oleh PT MAI.

Seperti yang disampaikan oleh warga Batang Kumu M. Antoni kepada wartawan, lebih kurang 5800 haktar sudah dikusai oleh PT MAI, sehingga warga menilai perusahaan itu serakah dan tidak mempedulikan hak-hak warga tempatan.

Parahnya lagi, diakui M. Antoni, perusahaan bukan hanya menyerobot lahan warga. Sadisnya, perusahaan juga tidak segan-segan untuk meracuni tanaman pangan warga berupa padi, jagung, ubi dan tanaman jenia lannya.

"Kita jadi was-was untuk bercocok tanam di wilayah sungai kapuk. Takutnya nanti apa yang kita tanam malah tidak ada hasilnya," kata Antoni, Rabu 21 Oktober 2015 kemarin.

Dilanjutkan Antoni, sebagai salah seorang warga Batang Kumu yang juga menjadi korban penyerobotan lahan oleh PT MAI, dirinya berharap pihak pemerintah, khususnya Pemkab Rokan Hulu (Rohul) agar bisa menyelesaikan permasalahan perusahaan dengan warga tempatan ini.

"Saat ini mereka sudah kuasai 5800 hektar. Sekarang ditambah lagi sekitar 1500 hektar. Kami saat ini hanya mempertahan sekitar 2000 hektar lahan milik warga Batang Kumu," sambung M. Antoni.