• Kasat ResKrim Polres Rohul AKP Rachmat.

PASIR PENGARAYAN -- Warga Surau Tinggi, Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir mengakui baru pertama kali kejadian pencuriam sapi di desanya itu. Pasalnya, hari-hari sebelumnya wilayah itu aman-aman saja. Bahkan para peternak sapi pun jarang memasukkan ternaknya ke dalam kandang..

Bukan hanya itu, para peternak pun jarang meletakkan kandang ternaknya di sekitaran pekarangan rumah. Namun kandang tersebut jauh di dalam kebun karet maupun kebun sawitnya. Untuk itu, atas kejadian ini, warga menilai ada tukang gambar atau aktor utama dalam pelaku pencurian sapi ini.

Hal ini disampaikan oleh salah seorang warga Surau Tinggi Afdison, dikatakannya, kejadian aksi pencurian sapi di desanya baru pertama kali terjadi selama ini sapi-sapi masyarakat tidak pernah hilang dari kandang meskipun kandang sapinya berada di dalam kebun

"Katanya sekarang memang marak pencurian ternah sapi. Dulu ada juga warga di sekitar sini yang kehilangan kambing," kata Afdison, baru-baru ini.

Ditambahkan Afdison, dengan kejadian ini warga akan lebih waspada lagi sebelum jadi korban pencurian sapi. Atas keberhaailan pihak kepolisian ini, warga Desa Rambah, khusus warga dusun Surau Tinggi mengucaokan ribuah terimakasih.

"Kita sangat berterimakasih kepada pak polisi ini. Mudah-mudahan yang menjadi tukang gambar dalam pencurian sapi ini bisa tertangkap secepatnya," sambung Afdison.

Menanggapi adanya orang dalam atau tukang gambar dalam aksi pencurian ini, Kepala Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu (Rohul) AKBP Pitoyo Agung Yuwono, SIK melalui Kasat Reserse Kriminal Polres AKP Rachmat Muchamat Salihi, SIK mengatakan, kasus ini masih dalam pengembangan. Pasalnya, satu diantara pelaku yakni Junaidi merupakan pelaku pencurian sapi yang pernah beraksi di beberapa lokasi.