• Kepala BPS Riau Mawardi Arsyad (tengah) didampingi jajaran saat memberi keterangan kepada awak media.

PEKANBARU -- Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Riau di Kota Pekanbaru, Dumai dan Tembilahan, pada Oktober 2015, Riau terjadi Deflasi 0,15 Persen.

Menurut Kepala BPS Riau Mawardi Arsyad, Deflasi yang terjadi pada Oktober ini dikarenakan adanya penurunan indeks harga pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 1,39 persen dengan andil deflasi sebesar 0,32 persen.

"Terjadi Deflasi 0,15 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 121,56 pada September, menjadi 121,37 pada Oktober," jelas Mawardi, Senin 2 Nopember 2015.

Mawardi menambahkan, komoditas utama yang mengalami deflasi dan memberikan andil terbesar pada kelompok ini adalah daging ayam ras sebesar 0,14 persen, cabai merah 0,13 persen, telur ayam ras 0,05 persen.

Berikutnya, petai 0,03 persen, ayam hidup, buncis, ketimun, daging sapi, ikan serai, cabai rawit, kancang panjang, dan jengkol masing-masing 0,01 persen.

"Sedangkan enam kelompok pengeluaran lainnya mengalami inflasi yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,47 persen dengan andil inflasi sebesar 0,10 persen," jelasnya.

Hal itu menurut Mawardi juga diikuti kelompok makanan jadi, minuman, rokok atau tembakau sebesar 0,23 persen dengan andil 0,05 persen. Kelompok kesehatan 0,13 persen dengan andil 0,01 persen.

"Kelompok sandang sebesar 0,08 persen, dengan andil 0,005 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,03 persen dengan andil 0,002 persen, serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan masing-masing sebesar 0,03 persen dengan andil masimg-masing 0,01 persen," ungkapnya.**(mad)