Gaungriau.com -- Kelangkaan gas ukuran 3 kilogram (kg) mulai terjadi kembali jelang informasi kenaikan gas ukuran tersebut dari pemerintah. Kelangkaan elpiji 3 kg ini terjadi sejak sepekan terakhir.

Dari beberapa pemilik pangkalan elpiji yang ada di Pekanbaru ketika di konfirmasi mengaku Penyebab kelangkaan ini karena banyaknya permintaan, sementara pasokan dari Pertamina diduga berkurang.

Yatno salah satu pemilik pangkalan di Rumbai kepada media ini mengatakan, meski mendapat pasokan 80 tabung setiap dua hari, para pemilik pangkalan mengaku belum bisa memenuhi permintaan warga. "Kami juga kurang tau, kalau menurut informasi Pasokan dari Pertamina berkurang," ucapnya, Senin 28 September 2015.

Yatno juga menyebutkan, akibat kenaikan sejumlah harga bahan pokok, banyak para ibu rumah tangga yang memilih berganti dari gas ukuran 12 kg menjadi 3 kg agar lebih menghemat. Sehingga permintaan gas ukuran 3 kg semakin tinggi di pasaran.

Agen lainnya di Kulim, Ferlin, menuturkan 80 tabung elpiji 3 kg yang masuk kemarin sore langsung habis. "Mobil yang ngantar aja masih ada, tapi gas sudah ludes,” kata Ferlin.

Kelangkaan ini, menurut dia, membuat masyarakat banyak menitipkan tabung-tabung kosong milik mereka karena khawatir tidak kebagian. Jadi, saat pasokan datang, masyarakat tinggal mengambil tabung-tabung yang berisi.

Ferlin mengaku pasokan gas yang selama ini dia terima tidak lagi mencukupi, sehingga perlu ditambah. Namun, hingga saat ini, permintaan penambahan pasokan belum dapat dipenuhi karena stok gas 3 kg dari agen terbatas.