Gaungriau.com -- Dampak kabut asap semakin tebal yang melanda Kabupaten Bengkalis beberapa akhir pekan ini, khususnya di perairan selat Bengkalis membuat para nelayan pendapatan ikan mengalami kerugian besar.
Salah seorang Nelayan Bengkalis, Zainal (40) warga Pambang Pesisir Kecamatan Bantan, kabupaten Bengkalis. Ia mengatakan, kerugian besar nelayan saat ini bukan karena gelombang diperairan laut Bengkalis.
"Ini dikarenakan jarak pandang hanya 100 meter akibat kabut asap kian tebal. Biasanya untuk perhari pendapatan ikan mencapai Rp500 ribu,"keluh Zainal kepada sejumlah wartawan, Selasa 15 September 2015.
Ia juga mengatakan dampak kabut asap yang melanda hampir penjuru Provinsi Riau tersebut.
“Kabut asap pekat yang terjadi membuat pendapatan kami drastis berkurang, mau beli rokok saja tidak dapat. Bukan karena apa, jarak pandang akibat kabut asap yang membatasi, cuma 50/100 meter, kita khawatir ditabrak kapal- kapal besar,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis menurutnya, tidak ambil tahu nasib nelayan, hal demikian sangat berbeda dengan pemerintah kabupaten Siak. "Datang kelapangan untuk melarang nelayan sementara waktu jangan melaut dulu,"terangnya mencontohkan.
Ia juga berharap, perhatian dari pemda Bengkalis dampak kabut asap tersebut. "Untuk makan sehari- hari saja susah. Bagaimana untuk menghidupi anak kami karena tidak bisa mencari ikan kelaut,"katanya mengakhiri.**(put)




