• Mahasiswa saat berujuk rasa berada di kantor DPRD Dumai.

DUMAI -- Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Dumai (HMD) Rabu 21 Oktober 2015, gelar aksi damai di kantor Dinas Perdagangan dan perindustrian kota Dumai, Mahasiswa meminta Disperindag segera mengambil langkah tegas mengatasi kelangkaan Elpigi bersubsidi 3 Kilogram yang saat ini sulit di peroleh oleh masyarakat.

Dalam orasinya puluhan mahasiswa menuntut agar pemerintah sesegera mungkin melakukan tindakan guna mengantisipasi agar kelangkaan elpigi, hingga tidak berkepanjangan serta menindak tegas para pelaku mafia elpigi, menurut mereka pemakaian elpiji 3 Kg merupakan antisipasi kelangkaan minyak tanah yang dicangkan pemerintah. Namun kondisi saat ini, elpiji 3 KG di Dumai semakin hari semakin langka dan harganya semakin meroket.

Kondisi itu menurut mereka terjadi karena tidak adanya monitoring yang dilakukan oleh Pemerintah. Padahal, setiap tahun APBD menampung biaya monitoring elpiji, keadaan ini membuat para mafia elpigi leluasa melakukan aksinya yang merugikan masyarakat.

"Dengan menaruh harga elpiji sekenhendak hatinya hingga melebihi Harga Eceran Tertinggi(HET) yang telah di tetapkan oleh pemerintah sebesar 18,000 rupiah pertabungnya," kata mahasiswa dalam orasinya.

Puluhan mahasiswa tersebut mendesak kepala Dinas perindustrian dan perdagangan kota Dumai turun langsung ke lapangan dan melakukan sidak sehingga pihak dinas mengetahui permainan busuk yang di lakukan oleh para mafia elpigi yang selalu mengatas namakan masyarakat kecil.

Setelah sekian lama melakukan orasi di depan kantor Disperindag dan tidak juga mendapatkan tanggapan yang memuaskan dari pihak dinas puluhan mahasiswa tersebut melanjutkan aksinya kekantor DPRD.

Namun sangat di sayangkan kedatangan rombongan demonstran tidak bisa menjumpai satu orang anggota dewanpun pada saat itu, puluhan mahasiswa hanya bisa menjumpai kantor DPRD yang megah namun sepi tanpa aktivitas dan terkesan kantor DPRD seperti sebuah makam yang menyeramkan.

Alhasil puluhan para mahasiswa merasa kecewa karna apa yang menjadi aspirasinya dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat tak tersampaikan pada saat itu, puluhan mahasiswa berjanji terus akan perjuangkan apa yang menjadi hak masyarakat, menurut mereka ini baru awal dari aksi yang mereka lakukan dan akan ada aksi lanjutan bila mana pemerintah kota Dumai terus berdiam diri tanpa memperdulikan nasib rakyatnya.**(is)