PEKANBARU -- Pasca ambruknya jembatan Sungai Reteh Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Kamis 29 Oktober 2015 sore, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan berupaya mencari solusi agar jembatan tersebut bisa secepatnya diperbaiki, minimal bisa dilalui masyarakat meski tidak permanen.

Menurut Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Dinas Bina Marga Riau Nopriman HK, pihaknya akan berupaya memperbaiki jembatan yang menghubungkan Ibukota kabupaten Inhil yaitu Tembilahan ke berbagai kecamatan yaitu kecamatan Keritang, kemuning, serta ke jalur Lintas Utara tersebut secepatnya.

"Kita akan upayakan bisa memperbaiki segera melalui dana talangan di sekretariat. Karena di Dinas kita anggaran itu tidak tersedia," jelas Nopriman, Jumat 30 Oktober 2015 dikantor Gubernur Riau.

Namun, untuk bisa mendapatkan dana tersebut, Dia menyebut harus ada surat permohonan dan pernyataan dari Pemerintah Kabupaten Inhil dalam hal ini langsung oleh Bupati, terkait musibah ambruknya jembatan tersebut. "Karena inikan bisa juga dikatakan sebagai suatu musibah yang berdampak bagi ekonomi, sosial, pendidikan ditengah masyarakat," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, jembatan Reteh  tersebut ambruk sekitar pukul 17.00 WIB Kamis sore, akibat ambruknya jembatan tersebut sebuah truk L 300 dan sepeda motor masuk ke air, karena saat ambruk, aktifitas diatas jembatan cukup banyak yang melewati.

Jembatan yang kira-kira dibangun pada tahun 1994 atau 1995 itu ialah satu-satunya jembatan yang menghubungkan Ibukota kabupaten Inhil yaitu Tembilahan ke berbagai kecamatan yaitu kecamatan Keritang, kemuning, serta ke jalur Lintas Utara.

Menurut pengakuan warga sekitar, YH (26) yang ketika dimintai keterangan melalui sambungan telponnya  mengatakan jika kondisi jembatan itu memang cukup tua dan belum diperbaiki.

"Jembatan itu memang cukup menghawatirkan untuk dilewati kenderaan dan para pejalan kaki karena kondisinya yang sudah tidak layak"ungkapnya kemarin.

Jembatan itu juga merupakan satu-satunya akses transportasi bagi masyarakat untuk berpergian. "Begitu juga bagi masyarakat lain yang ingin pergi  kampung bupati HM. Wardan di Desa Pasar Kembang Kecamatan Keritang,"sambungnya lagi.**(mad)