BUKIT KAPUR -- Gaungriau.com -- Para awak angkutan yang melintas Bukit Kapur mengaku makin dipusingkan dengan kelangkaan solar belakangan ini. Mereka mengatakan tiap hari tidak bisa tenang mencari penumpang umum dan angkutan industri menutupi SPBU badan Jalan Masuk di beberapa SPBU karena harus berburu solar dan antre di setiap SPBU.

Antrean kendaraan membeli solar di semua SPBU semakin panjang. Bahkan begitu mobil tangki dari depot datang, semua SPBU sudah diserbu mobil berbahan bakar solar seperti truk, minibus dan kendaraan lain. Seperti di SPBU Bukit Nenas Soekarno Hatta, Kamis 22 Februari 2018. SPBU itu baru dipasok solar sekitar pukul 17.08, antrean mobil terlihat sepanjang jalan masuk Sukarno Hatta dan terus mengular.

Darminto (38) awak angkutan trayek antar kota dan propinsi, dari sejak siang mengaku sudah berburu solar di semua SPBU sepanjang jalan lintas Dumai- Duri mulai dari SPBU Koko Pertamina, hingga SPBU Bagan-Besar dia berhenti, namun belum juga dapat. " Saya tadi antre di SPBU lingkar selatan, begitu mau ngisi ternyata stok habis. Pindah lagi ke sini sudah lima jam lebih antre,” keluh dia.

Menurut Darminto, setiap hari para awak angkutan industri tidak tenang dan dibuat kesal. Sebab selain harus berjuang mencari muatan mereka mesti berburu solar subsidi di setiap SPBU terdekat.
“Daripada susah begini lebih baik harga BBM dinaikkan biar kami tenang cari duit,” tugas dia.

Jatah 8.000 Liter

Petugas keamanan SPBU Simpang Jepang Kelurahan Bukit Nenas yusuf menuturkan, di SPBU tersebut setiap hari dijatah 8.000 liter solar. Namun antrean sudah berjubel sejak pagi dan siang. Begitu solar datang, biasanya hanya dalam tempo tiga-empat jam stok langsung habis.

“Kalau memang subsidi BBM membebani APBN bagi kami tidak masalah harga solar naik kisaran Rp 500. Daripada tidak naik, tetapi stoknya terbatas toh yang menanggung beban kenaikan biaya angkutan barang yang berbahan bakar solar seperti ini juga masyarakat dan konsumen, kasihan mereka,”tegas Darminto yang di aminkhan ismail siregar.

Ketua RT 09 Bukit Nenas yang rumahnya tak jauh dari SPBU, sangat menyesalkan hal ini terjadi, hal menjadi macet dan membahayakan para penguna lalu lintas. Apa lagi jam anak sekolah pulang.**(sar)