Penahanan Pencemar Nama Baik
Harus Melalui Pembuktian Pengadilan Terlebih Dulu
Rabu, 03 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
JAKARTA -- Ketua Tim Panja RUU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dari pemerintah Prof Dr Henri Subiakto mengatakan seseorang yang diduga melakukan pelanggaran pidana pencemaran nama baik dan dijerat menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tidak boleh lagi dipenjara sebelum ada putusan pengadilan. Dalam revisi UU ITE diusulkan agar pelaku yang diduga mencemarkan nama baik harus diproses melalui pengadilan terlebih dahulu.
"Dalam revisi ini kami dari pemerintah mengusulkan agar sanksi maksimalnya hanya 4 tahun. Sehingga tidak bisa dilakukan penahanan sebelum persidangan," kata Henri Subiakto dalam diskusi bertema "RUU ITE" di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 2 Agustus 2016 kemarin.
Henri yang juga Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi dan Budaya Kementerian Kominfo menjelaskan melalui RUU revisi UU ITE ini maka seorang yang dituduh melakukan pencemaran nama baik harus diproses pengadilan terlebih dahulu untuk membuktikan apakah dia terbukti melanggar Pasal 27 ayat 3. "Definisi pencemaran nama baik pun tidak ada. Soal SARA juga tidak ada definisinya," katanya.
Soal tidak tidak didefinisikannya pencemaran nama baik dan SARA, menurutnya karena generasi ke depan akan makin banyak berkomunikasi dan bergiat di dunia media social (cyber - medsos - maya). Sehingga aturan di dunia nyata dengan RUU ITE akan diberlakukan di dunia cyber, yang definisinya berbeda-beda.
Mahkamah Konstitusi (MK) sendiri, menurutunya sudah tiga kali memutuskan bahwa Pasal 27 baik ayat 1 tentang kesusilaan dan pasal 3 tentang pencemaran nama baik itu tidak bertentangan dengan UUD 1945. Namun, pengaturan mengenai hal ini tetap dianggap perlu sehingga rumusannya ideal yang tidak bertentangan dengan putusan MK adalah keharusan bagi aparat penegak hukum menunggu proses pembuktian dari pengadilan sebelum menahan seseorang yang diduga telah mencemarkan nama baik.
RUU ITE yang menjadi usul inisiatif pemerintah rencananya akan diselesaikan hingga September 2016 mendatang. Henri mengatakan, pentingnya RUU ITE mengingat perkembangan dunia cyber sangat dahsyat, massif, yang bisa dibaca dan disebar ke seluruh dunia serta bisa dimuat berulang-ulang. “Tapi, semuanya berdasarkan delik aduan. Presiden RI pun meski namanya dicermarkan, namun tidak ada aduan, maka tidak akan diproses di pengadilan,” ujarnya.
RUU ITE ini terdiri dari 57 daftar inventarisasi masalah (DIM), sebanyak 12 DIM tidak ada perubahan, 33 DIM sedang dibahas, dan 12 DIM hanya masalah redaksional.
Nasib 10 TV Swasta
Sebelumnya, UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE telah memasukkan beberapa orang ke dalam jeruji besi meski persidangan belum berlangsung. Salah satunya adalah Prita Mulyasari. Prita dijerat UU ITE pasal 27 ayat (3) Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. Prita dijerat pasal itu setelah sebuah rumah sakit swasta melaporkannya ke penyidik Polri. Prita harus berhadapan dengan penyidik setelah dirinya mencurahkan isi hati menggunakan media sosial karena mendapat pelayanan yang buruk dari rumah sakit bersangkutan.
Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Agung Suprio mengatakan apabila dirangking isi siaran TV masih menjadi pilihan utama masyarakat, disusul media online (cuber) dan media cetak. Untuk tahun ini, KPI akan memutuskan hal penting yaitu merekomendasikan dihentikan atau tidaknya perpanjangan izin televisi yang berbasis di Ibukota.
"Pada Oktober -Desember 2016 ini menjadi masa-masa kritis dan KPI harus kerja keras, karena terkait nasib 10 TV swasta, yang kemungkinan masa siarnya dilanjutkan atau dihentikan," katanya.
Dia mengatakan saat ini pengaturan siaran melalui UU No.32 Tahun 2002 tentang Penyiaran masih banyak kelemahan. Karena KPI hanya memberikan rekomendasi dan sanksi administratif, sehingga tidak membuat jera pemilik TV tersebut. KPI hanya menilai sesuai dengan PPP (Pedoman Perilaku Penyiaran), dan SPS (Standar Program Siaran).
Oleh karena itu, Agung meminta UU No.32 tersebut direvisi, agar masyarakat yang mengadukan dan merasa dirugikan oleh siaran publik ini bisa membuat jera pemilik TV. “Apalagi media saat ini bukan sebagai agen yang netral, karena dikuasai oleh pemilik modal. Dimana sanksi administrative hanya sebatas mengurangi durasi, dan atau menghentikan tema/judul siaran,” ungkapnya prihatin.**(bam)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Kamis, 26 September 2024 - 23:50:00 WIB
Pentingnya Cara Promosi Website dan Jasa Review Produk di Era Digital
Di era digital yang serba cepat, memiliki kehadiran online bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi bisnis yang ingin bertahan dan berkembang. Meski memiliki website merupakan langkah awal yang baik, tantangan berikutnya adalah cara promosi website yang efektif dan memanfaatkan jasa review produk untuk meningkatkan daya tarik di…
-
Selasa, 26 Juli 2016 - 00:00:00 WIB
DPR : Lahan Tembakau Dikhawatirkan Menjadi Kenangan
JAKARTA -- Pemerintah dinilai masih memandang remeh potensi pasar daun tembakau. Bahkan dalam RUU Pertembakauan, daun tembakau hanya dipandang sebatas masalah rokok semata. Hal itu terlihat dari terpuruknya tembakau Indonesia dan kalah oleh ekspor tembakau yang mencapai 75 persen untuk keperluan dalam negeri memproduksi rokok putih. Tembakau…
-
Jumat, 17 Juni 2016 - 00:00:00 WIB
Ribuan Rumah Terendam, Banjir Kota Padang Telan Korban Jiwa
GAUNGRIAU.COM -- Hujan ekstrem dengan intensitas hujan lebih dari 300 milimeter sejak pukul 16.00 hingga 23.30 Wib pada Kamis 16 Juni 2016 telah menyebabkan banjir di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat. Banjir juga disertai longsor di beberapa tempat. Beberapa sungai meluap sehingga ribuan…
-
Rabu, 08 Juni 2016 - 00:00:00 WIB
Diguncang Gempa 6,6 SR
Masyarakat Ternate, Bitung dan Manado Berhamburan Keluar Rumah
GAUNGRIAU.COM -- Telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 6,6 SR di laut dengan kedalaman hiposenter 58 km pada jarak 126 km baratlaut Kota Ternate atau 131 km timur Kota Bitung pada Rabu 8 Juni 2016 pulul 02.15 Wib. BMKG telah melaporkan kejadian gempa kepada Posko BNPB dan…
-
Minggu, 29 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
Akom Protes DPR Terus Digebuki
BATAM -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ade Komarudin meradang ketika "digebuki" wartawan tentang kinerja buruk institusinya. Padahal fungsi legislasi DPR membutuhkan kecermatan yang berdampak hukum kepada masyarakat. "Saya mau protes kepada teman-teman wartawan. (kinerja) Kami digebuki…
-
Kamis, 26 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
Gayus: MA Dikelola Secara Tak Benar
JAKARTA -- Hakim Agung Gayus Lumbuun mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk mengembalikan kehormatan lembaga peradilan di Indonesia. Peristiwa terakhir Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Kapahiang, Bengkulu Janner Purba dan Hakim PN kota Bengkulu Toton ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT)…
-
Rabu, 25 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
Dilantik Presiden, ini Harapan Efendi Sianipar Kepada Gubri
JAKARTA -- Anggota DPR dari daerah pemilihan Riau meminta Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman yang baru dilantik agar terus bahu membahu dengan seluruh elemen pemerintah daerah khususnya Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kerjasama yang sinergis sangat diperlukan untuk membangun Riau ke arah yang sesuai sasaran visi misi…
-
Senin, 23 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
Oesman Sapta Sumpah Hipmi-Perguruan Tinggi Laksanakan Empat Pilar
BANDUNG -- Ketua MPR Oesman Sapto membai'at (menyumpah) dua mahasiswa dari Provinsi Aceh dan Papua berikrar untuk melaksanakanempat pilar Pancasila, UUDNRI 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika. Pelaksanaan sumpah atau ikrar empat pilar tersebut disaksikan oleh Ketua Umum…
-
Kamis, 19 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
Gubri dan Lima Kepala Daerah Raih K3 Award
JAKARTA -- Menteri Ketenagakerjaan (MenaÂker) Hanif Dhakiri menyerahkan pengÂharÂgaan Keselamatan dan KeÂsehatan Kerja (K3) kepada Gubernur Riau. Penghargaan yang diterima oleh Asisten I Pemprov Riau Ahmadsyah Harofie mewakili Plt Gubri ini merupakan kaliketiga bagi Provinsi Riau setelah sebelumnya juga memperoleh di tahun 2013, 2015.
-
Selasa, 17 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
Perangi Kejahatan Seksual
DPR RI Minta Pemerintah Mengambil Langkah Tegas
BENGKULU -- Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPR RI) mengecam maraknya kejahatan seksual yang terjadi disejumlah daerah belakangan ini. Pemerintah diharapkan mengambil langkah tegas terkait hal tersebut. Hal disampaikan Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas dalam Dialog…
-
Senin, 16 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
Rencana JK Kumpulkan DPD I dan DPD II Gagal
JAKARTA -- Sejak Senin 16 Mei 2016 pagi, beredar isu di kalangan wartawan bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla akan kembali ke Bali untuk mendukung Ade Komaruddin menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Namun rencana yang sudah disusun dan undangan yang disebar kepada DPD I dan DPD II itu…
-
Jumat, 13 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
Munaslub Golkar, Pengamat Sebut SN Caketum Terkuat
JAKARTA -- Pengamat politik Poltracking Institute Hanta Yudha mengatakan calon Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (SN) disebut-sebut memiliki peluang besar untuk terpilih pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang mulai digelar 15-17 Mei, di Nusa Dua, Bali. Hanta berpendapat untuk menghadapi calon kuat lainnya Ade Komaruddin…
-
Senin, 09 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
Sulit Menjalankan Dua Jabatan Strategis Sekaligus
Akbar Sarankan Ketum Golkar tak Rangkap Jabatan
JAKARTA -- Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung menyarankan agar Ketua Umum Partai Golkar mendatang tidak memiliki rangkap jabatan. Akbar meragukan di era sekarang ini, seorang pimpinan parpol mampu melaksanakan dua tugas penting sekaligus sebagai Ketum Parpol dan Ketua DPR. Akbar mengaku pernah menyampaikan…
-
Rabu, 04 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
Oesman Sapta Apresiasi Akbar Tandjung Dirikan Sekolah Politik
JAKARTA -- Wakil Ketua MPR Oesman Sapta mengapreasiasi langkah Akbar Tandjung Institute mendirikan sekolah kepemimpinan politik bangsa yang memiliki misi membangun sistem pengkaderan pemimpin bangsa. "Sekolah Kepemimpinan Politik Bangsa ini pantas dihargai. Sekolah ini menjadi ikon dalam…
-
Minggu, 01 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
Jadi Komisioner KPI, PKS Diminta Menindak Kadernya
JAKARTA -- Menkominfo, Rudiantara mengaku sudah mendapatkan laporan akan adanya Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang bernama Azimah Subagijo dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) yang menjadi kader partai. Azimah Subagijo diketahui tercatat sebagai kader PKS dan tercatat sebagai wasekjen DPP MKGR yang tidak lain adalah salah…
-
Sabtu, 30 April 2016 - 00:00:00 WIB
Oesman Sapta: Pers Harus Jadi Ujung Tombak Mengawal Empat Pilar MPR RI
PADANG -- MPR RI ingin membangun pers dengan MPR RI dengan rasa persahabatan yang mendalam dan memiliki persamaan pandangan, agar menghasilkan tujuan dan cita-cita yang sama. Sebab, kalau berbeda, maka akan berbeda pula hasilnya, dan sulit sosialisasi empat pilar MPR RI ini sampai ke masyarakat di bawah.…
-
Kamis, 28 April 2016 - 00:00:00 WIB
Jelang May Day
Peneliti: Naif, Kalau Hanya Menaikkan Honor Pekerja
JAKARTA -- Peneliti Utama LIPI Siti Zuhro mempertanyakan demo yang melibatkan ribuan pekerja setiap peringatan May Day, benar-benar hanya sekedar memperjuangkan kenaikan honor pekerja/buruh atau ada bertujuan politis. "Demo May Day apa muatannya? Kita tak bisa menutup…
-
Rabu, 20 April 2016 - 00:00:00 WIB
Irman : Netralitas ASN Tentukan Kualitas Pilkada
JAKARTA --Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan elemen penting dalam mewujudkan pembangunan demokrasi yang berkualitas. Hal ini dikatakan Ketua DPD RI, Irman Gusman saat membuka Seminar Nasional bertajuk “Netralitas ASN dalam rangka mewujudkan Pilkada Serentak Tahun 2017” di Kantor Kementerian PANRB, Jl Jenderal Sudirman No 69, Jakarta,…
-
Rabu, 13 April 2016 - 00:00:00 WIB
Mosi Tak Percaya, Irman Gusman: Saya Tidak Mau Mundur
JAKARTA -- Ketua DPD RI, Irman Gusman berpendapat, kericuhan yang terjadi dalam Sidang Paripurna DPD RI, yang dikaitkan dengan mosi tidak percaya kepada Pimpinan, merupakan proses pendewasaan, sekaligus menambah pengalaman berorganisasi. Irman mengaku tak akan mau mundur, karena mosi tak percaya bertentangan dengan Undang-Undang dan peraturan yang…
-
Selasa, 12 April 2016 - 00:00:00 WIB
Soal GBHN, Rancangan MPR Direkomendasikan Kepada Presiden-DPR
JAKARTA -- Majelis Permusyawaratan Rakyat bisa saja menyusun rancangan dokumen model GBHN sebagai formulasi perencanaan pembangunan berkelanjutan yang kemudian direkomendasikan kepada Presiden dan DPR RI untuk disahkan menjadi Undang-Undang tentang Haluan Pembangunan Nasional, penganti UU tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional. Â Â Â …
-
Selasa, 12 April 2016 - 00:00:00 WIB
Gafar Usulkan Riau Tuan Rumah Bahas Soal Listrik Sumatera
JAKARTA -- Guna menyelesaikan persoalan krisis kelistrikan di seluruh wilayah sumatera yang tak kunjung tuntas, DPD RI berencana melakukan rapat kordinasi dengan lembaga/intansi terkait. Baik dari pemerintah pusat, seperti Kementerian ESDM, Direksi PLN Pusat, Regional Sumatera, Kantor Wilayah maupun seluruh pemerintah provinsi yang ada di sumatera. …
-
Rabu, 06 April 2016 - 00:00:00 WIB
Gempa 6,5 SR Guncang Barat Daya Garut, Terasa Hingga Jakarta
GARUT -- Telah terjadi gempa dengan magnitude 6,1 SR dengan pusat gempa 101 km Barat Daya Kabupaten Garut, Jawa Barat pada 6 April 2016 sekitar pukul 21.45 Wib. Pusat gempa berasa di Samudera Hindia pada kedalaman 10 km. Tidak berpotensi tsunami. …
-
Jumat, 01 April 2016 - 00:00:00 WIB
Indonesia Jadi Rujukan Penanggulangan Bencana di Negara Berkembang
GAUNGRIAU.COM -- Indonesia saat ini dijadikan rujukan (role model) bagi negara-negara berkembang dalam penanggulangan bencana. Keberhasilan Indonesia melakukan penanggulangan bencana telah menginspirasi negara-negara berkembang untuk menjadikan contoh dalam penangana bencana di negaranya. Hal ini dikemukakan langsung oleh…
-
Jumat, 01 April 2016 - 00:00:00 WIB
Katulampa siaga I, Jakarta Tidak akan Banjir Besar
GAUNGRIAU.COM -- Hujan berintensitas tinggi di kawasan hulu daerah aliran sungai Ciliwung di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyebabkan tinggi muka air (TMA) stasiun Bendung Katulampa melonjak tinggi pada Jumat 1 April 2016. Pos pengamatan TMA di Bendung Katulampa mencatat 200 cm pada pukul 17.00 Wib yang berarti level…
-
Kamis, 31 Maret 2016 - 00:00:00 WIB
Belum Ada Kesepakatan DPR dan Pemerintah Mengurangi Produk Legislasi
JAKARTA -- Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon berpendapat belum ada kesepakatan antara pemerintah dengan DPR selaku pembuatan UU untuk mengurangi produk legislasi. Jika presiden berniat mengurangi produk UU di parlemen, mestinya melakukan pembicaraan dengan DPR. Sebab kata Fadli Zon dari 46 RUU Prolegnas tahun 2016 ini,…
-
Selasa, 29 Maret 2016 - 00:00:00 WIB
Pemerintah Brasil Diminta Buka Kran Ekspor Daging ke Indonesia
JAKARTA -- Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang (OSO) meminta pemerintahan Brasil untuk membuka kran ekspor daging sapi ke Indonesia. Selama ini Indonesia memenuhi kebutuhan dagingnya melalui Australia, sementara sapi-sapi tersebut juga diimpor oleh Australia dari Brasil. “Saya berharap Brasil bisa ekspor daging langsung ke…
-
Selasa, 29 Maret 2016 - 00:00:00 WIB
Irman Gusman : Peranan Ormas Islam Besar Menjaga Kerukunan Beragama
JAKARTA -- Ketua DPD RI Irman Gusman dan Muhammad Iqbal Parewangi (Senator Sulawesi Selatan) menerima audiensi jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah (WI) Ketua Umum DPP WI Muhammad Zaitun Rasmin, Wakil Ketua Umum DPP WI Muhammad Ikhwan Abdul Jalil Lc MHi, dan Ketua Steering Committe (SC)…
-
Rabu, 23 Maret 2016 - 00:00:00 WIB
Revisi UU Pilkada Jangan Karena Fenomena Ahok
JAKARTA -- Anggota DPD RI dari provinsi DKI Jakarta Abdul Aziz Kafia meminta partai politik untuk tidak mempersulit peluang calon independen atau perorangan dalam Pilkada. Membuka kesempatan calon perorangan maka akan muncul kader-kader terbaik bangsa untuk memimpin bangsa dengan visi dan misi untuk memajukan kesejahteraan daerah. …
-
Minggu, 20 Maret 2016 - 00:00:00 WIB
Parmusi: Islah PPP Harga Mati
JAKARTA -- Ketua Umum Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi), Usamah Hisyam mendesak kepengurusan PPP Muktamar VII Bandung segera menyusun dan mengumumkan kepanitiaan serta jadwal Muktamar VIII sebagai ajang islah seutuhnya para kader. Muktamar VIII juga bisa dijadikan momentum deklarasi islah kepengurusan PPP hasil Muktamar VII Bandung secep[atnya, agar…
-
Selasa, 15 Maret 2016 - 00:00:00 WIB
Mulai Menjadi Fosil, Pertimbangan UUD 1945 Kembali Diamandemen
JAKARTA -- Badan Pengkajian MPR RI terus mematangkan rencana amandemen UUD 1945. Terdapat 15 topik yang dikaji untuk rencana amandemen kelima konstitusi tersebut. Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR Soemandjaja mengatakan ada aspek konstitutum atau aspek kekinian sesuai dengan dinamika yang berkembang di masyarakat sehingga UUD45 perlu diamandemen…
-
Selasa, 15 Maret 2016 - 00:00:00 WIB
Revisi UU KUHP Akomodir Hukum Adat
JAKARTA -- Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil mengatakan revisi UU KUHP akan mengakomodir living law atau hukum adat, mengingat hukum adat masih berjalan di 32 provinsi Indonesia. Nasir menyatakan KUHP hasil revisi itu nantinya akan mampu mengayomi semua kepentingan masyarakat dalam berhadapan dengan hukum.
-
Senin, 14 Maret 2016 - 00:00:00 WIB
"Perbaiki Dulu Fasilitas dan Infrastruktur Kesehatan, Baru Bicara Kenaikan Iuran"
JAKARTA -- Jika dicermati sejak mulai beroperasi 1 Januari 2014, BPJS Kesehatan selalu jadi sasaran keluhan para pesertanya akibat fasilitas, infrastruktur dan pelayanan fasilitas kesehatan (faskes) yang memang harus diakui belum sempurna di negeri ini. Oleh karena itu pemerintah diminta benahi terlebih dahulu semua faskes yang ada…
-
Senin, 14 Maret 2016 - 00:00:00 WIB
Akom Diminta Klarifikasi
JAKARTA -- Sekretaris Paguyuban DPD Golkar Propinsi se-Indonesia, Ridwan Bae mendesak Ketua DPR merangkap Waketum Golkar versi Munas Bali, Ade Komaruddin mengklarifikasi surat pernyataannya yang menyebut tidak akan mencalonkan diri sebagai Ketum Golkar jika terpilih menjadi Ketua DPR yang kini beredar di masyarakat. Harus dijelaskan, apakah itu…
-
Rabu, 24 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
DKPP Berhentikan Satu Anggota Panwaslu Bengkalis
JAKARTA -- Salah satu Anggota Panwaslu Kabupaten Bengkalis, Riau, Rudi Iskandar Zulkarnain hari ini, Rabu 24 Februari 2016, dinyatakan terbukti melanggar kode etik penyelenggara Pemilu. Kepastian itu setelah DKPP membacakan putusan terkait perkaranya. Pelanggaran etik yang dilakukan oleh Rudi terhitung berat sehingga DKPP menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap.…
-
Rabu, 24 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
DPD Nilai Pembahasan UU Tapera Terkesan Terburu-buru
JAKARTA -- Ketua DPD Irman Gusman menilai Undang-undang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) tidak melibatkan stakeholder dalam pembahasannya. Pasalnya, proses pembahasan UU ini terkesan terburu-buru. “Pembahasan UU ini belum melibatkan stakeholder baik itu masyakat atau daerah. Sehingga terkesannya…
-
Jumat, 19 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Hidayat Nur Wahid: Tak Ada Agama Membolehkan LGBT
JAKARTA -- Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) untuk menyadari penuh bahaya posisi LGBT di Indonesia. Sebagai negara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, Indonesia tidak mengenal tentang hal-hal yang bisa membuka ruang atau kondisi penyimpangan-penyimpangan seksual, seperti LGBT.…
-
Jumat, 19 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Sikap KPK Dinilai Berlebihan Menolak Revisi UU
JAKARTA -- Pengamat Hukum Tata Negara dari Universitas Islam Assyafiyah, Habloel Mawadi menilai Sikap komisioner Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) yang menolak revisi Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai sangat berlebihan. Habloel…
-
Selasa, 16 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Gede Pasek: Revisi UU KPK Untuk Menajamkan Tugas dan Fungsi KPK
JAKARTA -- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Gede Pasek Suardika menyatakan bahwa Revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah kebutuhan. Asal saja tujuan revisi adalah menata dan menajamkan tugas, fungsi dan kewenangan KPK dan relasi penegakan hukumnya…
-
Kamis, 11 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Nono Sampono: Kegagalan Implementasi Otsus Papua Kerugian Rakyat Papua dan Negara
JAKARTA -- Dalam rapat Kerja Komite I DPD RI dengan Menteri Koordinator Politik Hukam dan HAM (Menko Polhukam) dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) mengenai Implementasi Undang-Undang No. 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua, Anggota Komite I DPD RI Nono Sampono menyampaikan bahwa kurang optimal…
-
Rabu, 10 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
1700 Karyawan Terancam PKH, Pemerintah Minta CPI Rundingkan Secara Mufakat
JAKARTA -- Wakil Dirjen Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) Kementerian Ketenagakerjaan Sahat Sinurat menyatakan pemerintah telah memanggil sejumlah perusahaan yang mengalami masalah akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kepada sejumlah perusahaan tersebut pemerintah sejatinya tak menghendaki adanya PHK dan menyarankan agar melakukan efisiensi.



