SIAK -- Gaungriau.com -- Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kecamatan adalah forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan/pemangku kepentingan di tingkat kecamatan, dengan tujuan untuk mendapatkan masukan mengenai kegiatan pembangunan di wilayah kecamatan, terkait yang dibangun pada masukan hasil musrenbang kelurahan, dan menyepakati rencana kegiatan lintas kelurahan di kecamatan yang bersangkutan.
Plt Bupati Siak H Alfedri mengatakan, Musrenbang ini sangat perlu dilaksanakan. Tujuannya agar aspirasi serta masukan dari masyarakat terhadap kemajuan pembangun bisa dilaksanakan dengan merata.
Menurut dia, masukan tersebut sekaligus sebagai dasar penyusunan Rencana Pembangunan Kecamatan yang akan diajukan kepada SKPD yang berwewenang sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah pada tahun berikutnya. Dengan adanya musrenbang Kecamatan dilakukan setiap tahun pada bulan Februari dengan mengeluarkan dokumen Rencana Renovasi Kecamatan Renja SKPD Kecamatan.
"Dalam musrenbang ini juga sesuai dengan tema pemerataan pembangunan dengan capaian serta sasaran tujuan sesuai dengan visi yang telah ditetapkan. Harapannya bukan hanya pembangunan insfrastruktur, namun juga peningkatan perekonomian masyarakat agar kesejahteraan masyarakat bisa dirasakan," kata Alfedri.
Ia juga berharap apa saja yang akan diusulkan oleh setiap kampung kepada Pemerintah Kecamatan nantinya, bisa direalisasikan langsung sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang mereka inginkan.
Sementara, Camat Koto Gasib Dicky Syofyan dalam sambutannya mengatakan, ada beberapa usulan prioritas sudah dikemas yang sebelumnya telah dilaksanakan musrenbang kampung, terutama terhadap pembangunan insfrastruktur yang telah dirangkum.
Dia juga menyampaikan beberapa usulan prioritas lainnya. Diantaranya kegiatan yang belum terealisasi ditahun sebelumnya. Dimulai dari kampung Teluk Rimba, Kampung Sengkemang, Kampung Empang Pandan, Kampung Kuala Gasib, Buatan I dan II, Kampung Sri Gemilang, Keranji guguh, Pangkalan Pisang serta Kampung Rantau Panjang.
"Kita harapkan agar pembangunan insfrastruktur yang diajukan tersebut bisa terealisasikan di setiap kampung. Sehingga masyarakat bisa merasakan sesuai yang dibutuhkan terutama pada aliran jaringan listrik yang belum masuk dibeberapa kampung. Pun begitu, Pemerintah Siak telah Memberikan solusi terutama pada program limar (listrik mandiri masyarakat) yang kini telah dirasakan masyarakat sekitar 202 kk serta program zakat," kata Dicky.**(jas/rls)








.jpg)





