PASIR PENGARAYAN -- Tugas Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) semakin berat di awal tahun ini. Selain dana APBD Murni Rohul 2016 masih dibahas, akibat intensitas hujan tinggi, dimana-mana jalan mengalami rusak.

Akibat tingginya intensitas hujan di awal tahun ini, tidak sedikit jalan status kabupaten dan jalan desa mengalami kerusakan. Kondisi ini membuat masyarakat gerah dan mendesak Dinas BMP Rohul segera bertindak.

Seperti kerusakan empat titik badan jalan status kabupaten antara Simpang PIR (Perkebunan Inti Rakyat) Kecamatan Tandun hingga Desa Suligi Kecamatan Pendalian IV Koto, akibat guyuran hujan, jalan rusak parah.

Jalan diperparah lagi dengan tingginya mobilitas kendaraan berat, seperti mobil tangki pengangkut minyak mentah milik PT Sumatera Persada Energi (SPE), serta truk pengangkut buah kelapa sawit PTPN V Sei Asam, dan truk pengakut kelapa sawit milik masyarakat.

"Kami berharap dinas terkait segera melakukan pemeliharaan jalan dari Simpang PIR ke Desa Suligi ini," harap Indra, warga Kecamatan Pendalian IV Koto, Kamis 21 Januari 2016.

Indra juga mendesak agar DPRD Rohul agar menganggarkan dana dalam APBD Murni Rohul tahun anggaran 2016, dan segera disahkan, sehingga jalan di daerahnya segera diperbaiki.

Selain itu, sebelumnya, masyarakat Dusun III Kampung Rambutan Desa Pekantebih, Kecamatan Kepenuhan Hulu, sempat menanam pohon pisang dan kelapa sawit di tengah jalan, sebagai bentuk protes agar kerusakan jalan segera diperbaiki.
Jalan tersebut sudah diperbaiki oleh Dinas BMP Rohul melalui swakelola, namun masyarakat mengakui selama tidak ditinggikan, badan jalan akan kembali rusak lagi, terutama saat musim hujan.

Masyarakat Dusun III Kampung Baru juga meminta DPRD Rohul menganggarkan dana untuk perbaikan jalan di daerah dalam APBD Murni Rohul tahun anggaran 2016.
Menanggapi keinginan masyarakat, Kepala Dinas BMP Rohul Harisman, ST MT, melalui Kabid Prasarana Jalan dan Jembatan Anton, ST MM mengakui memang di saat musim penghujan, jalan tekstur krikil dan tanah rentan rusak.

"Bukan hanya hujan saja yang menyebabkan jalan rusak, tapi truk tonase tinggi pengangkut hasil perkebunan masyarakat (getah karet dan sawit) juga sebabkan kerusakan jalan," jelas Anton.

Diakuinya, Dinas BMP Rohul akan segera melakukan perbaikan dan pemeliharaan jalan, jika APBD Murni Rohul 2016 sudah selesai dibahas atau disahkan oleh DPRD Rohul dan bisa digunakan untuk kegiatan.

Anton menuturkan Dinas BMP Rohul telah berupaya semaksimal mungkin melakukan perawatan, agar seluruh jalan status kabupaten tetap bisa dilintasi masyarakat.

Dinas BMP Rohul, tambah Anton, juga sudah mengajukan tiga ruas jalan kabupaten ke Pemerintah Provinsi Riau, agar jalan itu menjadi jalan provinsi, yakni jalan antara Kota Lama-Muara Dilam Kecamatan Kunto Darussalam, Simpang PIR Kecamatan Tandun hingga Pendalian IV Koto, dan ruas jalan dari Langkitin Kecamatan Rambah Samo hingga ke Sempurna Alam dan Ujung Gurap Kecamatan Rambah Hilir.

Dari pengajuan Dinas BMP Rohul itu, Pemprov Riau baru mengakomodir dua ruas jalan kabupaten yang akan jadi jalan provinsi, yaitu ruas jalan antara Kota Lama-Muara Dilam, dan ruas jalan. Kota Lama-Sontang Kecamatan Bonai Darussalam.

"Sedangkan ruas jalan dari Simpang PIR ke Pendalian IV Koto belum diakomodir. Kita berharap secara bertahap ruas ini juga diakomodir," pungkas Anton.**(lim)