SELATPANJANG -- Warga Thionghoa khusus para ABG dan dewasa tumpah ruah memadati setiap sudut jalan perkotaan Selatpanjang. Momentum perang air itu turut di manfaatkan sebagai ajang pencarian jodoh bagi mereka.

Dari pantauan GaungRiAu dilapangan, suasana putar kota serambi saling perang air menggunakan jasa becak itu dilakukan mulai menjelang sore pukul 16.00, berakhir hingga terbenamnya matahari. Selama perang air berlangsung warga thiong hoa yang mengendarai becak saling menyiram air, hingga tak sedikit para peserta menjadi basah kuyub. Selama berlangsungnya perang air di jadikan kesempatan untuk mengenal antara sesama dan sebagai ajang silahturahmi cari jodoh pemuda pemudi Thionghoa.

Bagi peserta yang tidak kedapatan mengendarai becak tidak mau kalah dan diam, mereka ikut memeriahkan menyiramkan air dari pertepian jalan jalan yang ada. Suasana meriah dan bahagia tampak dari permainan rakyat thionhoa selatpanjang itu.

Awi satu diantara peserta putar kota yang mengaku secara rutin mengikuti ajang tersebut bahkan ia mengaku ada kepuasan tersendiri berpartisipasi mengikuti tradisi budaya yang ada sejak beberapa belas tahun yang lalu.

"Ada kepuasan tersendiri bagi kami warga thionghoa mengikuti kegiatan putar kota ini, kegiatan rakyat ini merupakan tradisi warga thionghoa selatpanjang yang perlu dilestarikan, jadi setiap tahun acara seperti ini terus dilakukan” kata Awi di sela sela dirinya bersama rekannya menyirami air kearah para peserta yang menaiki becak.

Menurutnya, kegiatan itu bukan hanya menyirami air saja antara sesame namun juga sebagai ajang saling mengenal antara sesame. “ ya dapat dikatakan sebagai ajang perkenalan atau yang sering dikatakan ajang cari jodohlah” ungkapnya.**(don)