• Ketua P2TP2A Hj.Zulaikhah Wardan menyampaikan arahan saat memimpin pertemuan dengan PK KNPI Inhil.

TEMBILAHAN -- Pertemaun antara Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Inhil dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Inhil dalam rangka mengatasi maraknya kenakalan remaja yang meresahkan masyarakat khususnya di Kota Tembilahan.

Acara berlangsung di ruang rapat rumah Dinas Bupati Inhil, Selasa 3 Februari 2016 siang. Turut hadir Ketua KNPI Hidayat Hamid, Hj Zulaikhah Wardan, perwakilan dari Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Hj RRida Indaryanti praktisi Hukum DR H Edwar SH MH, serta ustad Surya As’ad.

Adapun pembahasan pada pertemuan tersebut mengenai kenakalan remaja, salah satunya maraknya akivitas ngelem di kalangan remaja. Untuk menangani hal tersebut, perlu koordinasi semua pihak.

Pada tertemuan tersebut juga di usulkan untuk melakukan penyuluhan-penyuluhan ke Sekolah-sekolah akan bahaya menghisap lem, Pengobatan kepada penderita dan terakhir rehabilitasi dengan menyediakan rumah singgah.

Ketua P2TP2A Hj Zulaikhah Wardan dalam arahannya mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan silaturahmi ini. Mengingat P2TP2A menangani permasalahan anak berdasarkan pengaduan sesuai dengan tugas pokok yaitu menerima laporan.

"Maka dari itu kita akan melakukan proses sesuai laporan. Beliau menambahkan, apa yang menjadi kerisauhan dari KNPI ini sudah menjadi kerisauhan kita selama ini," ujarnya.

Ia menambahkan, atas usulan dari KNPI dan SKPD terkait untuk menangani kenakalan remaja tersebut, P2TP2A akan menyampaikan saran kepada bupati berupa himbauan untuk membatasi hal terebut jangan sampai semakin berkembang.

Sementara itu Ketua KNPI Hidayat Hamid yang di mintai keterangan usai pertemuan mengatakan, sangat mengapresiasi dengan adanya pertemuan ini.

"Untuk itu kedepan harus ada solusi konkrit dari pertemuan ini berupa himbauan atau solusi untuk mencegah hal tersebut. Jangan sampai generasi Inhil kedepan adalah generasi yang rusak," ujarnya.**(suf)