PASIR PENGARAYAN -- Kini kondisi perekonomian di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), banyak dikeluhkan masyarakat dalam keadaan sulit, akibat anjloknya harga getah karet dan Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit masa berbuah jarang.

Disampaikan warga Rambah Tengah Hulu (RTH-Pawan) S. Lubis, dirinya mengakui kalau saat ini paling susah ekonomi masyarakat di Rohul, karena harga hasil petani sangat rendah, kemudian untuk TBS kelapa sawit masa berbuah jarang.

"Bayangkan sajalah pak, harga getah karet haranya Rp 5 ribu sampai Rp 5.500, maka tak heran jika aksi pencurian dimana-mana banyak, karena kondisi perekonomian memang sangat payah," tutur S Lubis, Ahad 31 Januari 2016.

Dirinya meminta supaya Pemkab Rohul mencarikan solusi dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini, sebab kalau harga getah seperti itu, sama artinya membuat rakyat mati secara perlahan-lahan. "Kami hanya dapat beras dan garam saja sudah syukur, supaya ada yang akan dimakan, kalau lauk-pauk nanti dietongkan," keluh S. Lubis.

Lanjutnya, kini untuk 1 kg beras harus ada 4 kg getah karet, makanya masyarakat sudah was-was dan kebingungan. "Kami minta supaya ada jalan keluar dari persoalan yang kami alami sekarang," pintanya.

Hal yang sama disampaikan, A. Suyato, warga Rambah Hilir, Kabupaten Rohul, memang harga TBS kepala sawit mahal tapi sama dengan tidak karena buahnya jarang-jarang, kini kebun terpkasa berhenti dipotong, karenan harga cuma Rp 5 ribu per Kg.

"Maka tak heran jika saat ini marak pencurian dimana-mana, apa saja yang dapat pantang-silap, itu sudah disikat orang," pungkasnya.

Dirinya berharap supaya pemerintah mencari solusinya supaya ekonomi masyarakat bisa stabil, termasuk untuk menaikkan harga getah yang kini sangat jauh merosot. "Kami tidak tahu lagi mau mengadu kemana, selain hasilnya juga tidak banyak, harganyapun jungkir balik," tutupnya.**(lim)