• Pertemuan para guru honor dengan komisi III DPRD Pekanbaru.

PEKANBARU -- Belasan guru SDN 128 Pekanbaru yang beralamat di Rumbai, melapor ke Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Senin 19 Oktober 2015. Mereka melaporkan kepala sekolah yang dinilai arogan.

"Kami ke sini sangat berbahaya, kami akan dilaporkan ke polisi, saya merinding ini takut pulang ke rumah. Maka kami berharap Komisi III segera menindaklanjuti laporan kami ini," ungkap salah seorang guru kepada Komisi III.

Guru lainnya, juga menyebut sekolah tempat mereka mengabdi sudah seperti neraka. Katanya, kepala sekolah selalu berlaku arogan dan menunjukkan perkelahian di depan murid.

"Kami disebut binatang, kandang binatang pindah ke sekolah. Murid kami sekarang menjadi bodoh, nilai anak-anak merosot karena riak ini di lingkungan sekolah. Kami siap pindah jika memang kepala sekolah tidak pindah," ujar guru lainnya.

Para guru yang ada 35 tahun mengabdi di sekolah ini, intinya meminta agar Komisi III segera memanggil dinas terkait dan mencopot atau memutasi kepala sekolah yang dinilai arogan. Sebab, sejak pertikaian, para guru, khususnya guru honor dipaksa tanda tangan agar tetap patuh kepada atasan.

"Jika kami tidak patuh kepada dia, maka kami dipecat, padahal kami diangkat sudah 6 tahun mengabdi," pungkasnya.

Belasan guru honor ini disambut Ketua Komisi III Ir Nofrizal MM, Wakil Ketua Zulkarnain, anggota Marlis Kasim, dan Zainal Arifin SE.