PEKANBARU -- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Riau Dr H Kamsol, Senin 19 Oktober 2015 pagi me launching gerakan gemar membaca di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 01 Pekanbaru.

Hadir dalam kegiatan yang diawali dengan pelaksanaan upacara bendera tersebut antaralain Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Prof Zulfadil, Kepala BNNK Pekanbaru, AKBP Sukito yang juga menjabat Sekretaris komite SMPN 1 Pekanbaru, Kabid Dikdas Disdikbud Riau Azwandi, Kepala UPT P2PAUDNI Disdikbud Riau, Abdul Kadir, Pengawas Pembina dan orang tua murid.

Program ini merupakan perdana diluncurkan di Provinsi Riau. Pada launching tersebut, Disdikbud menyerahkan ratusan jenis atau judul buku kepada SMPN 1 Pekanbaru. Mulai buku cerita Rasul, komik, pertanian, tokoh nasional dan daerah serta jenis lain-lain. Buku ini boleh dibaca disekolah atau dipinjam di Pustaka sekolah untuk dibawa pulang.
 
"Launching program literasi atau sekolah gemar membaca akan diterapkan di seluruh diberbagai tingkatan, disamping program mengaji. Tujuannya mendorong peserta didik untuk senang membaca," kata Kadisdikbud Riau Dr H Kamsol.

Kamsol mengatakan, dengan semakin banyak membaca, maka seseorang akan bisa mengusai berbagai hal didunia ini, karena buku merupakan sumber informasi dari berbagai bidang yang akan mampu membuat seseorang menjadi pintar dan cerdas.

"Semakin rajin membaca, maka semakin banyak pula yang akan kita ketahui, dengan demikian kita akan mampu mengusai berbagai hal di dunia ini," ujar Kamsol memberi semangat.

Sementara, Kepala Sekolah SMP 1 Pekanbaru Hj Armiati Spd, mengaku sangat senang karena ditunjuk sebagai tempat launching perdana program literasi. Diakuinya, SMPN 1 Pekanbaru sudah menerapkan program membaca disekolah ini sebelum kegiatan launching ini.

Program ini dilaksanakan setiap pagi pada hari Selasa, Rabu dan Kamis, sebelum melaksanakan proses belajar mengajar aktif. Rangkaian kegiatannya, setengah jam pertama pelajar disuruh membaca buku yang disenangi, kecuali buku pornografi.

"Setelah itu membaca Jus Amma secara senyap (dalam hati). Tujuannya untuk dihafal, sebab anak SMP 1 Pekanbaru pada umumnya sudah hafal Jus Amma," jelas Armiati.

"Terakhir menyanyikan lagu kebangsaan bersama sama, supaya pelajar tetap memiliki nilai kebangsaan dengan cara mengingat para pejuang bangsa. Kegiatan membaca ini dilaksanakan selama satu jam. Kemudian pukul 08.00 WIB, baru melaksanakan kegiatan belajar mengajar," sambungnya.**(mad)