• H Kaharuddin menyampaikan smabutan, sekaligus membuka acara.

PEKANBARU- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas PEndidikan dan Kebudyanaan (Disdikbud) Riau telah bertekad untuk terus melakukan upaya agar anak-anak Pendidikan Khsus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK PLK), bisa terus ditingkatkan derajatnya hingga nantinya bisa merasa sama dengan anak-anak normal lainnya.

Berbagai upaya dilakukan untuk mewujdukan hal itu, mulai dari membangun gedung pusat Autisme di Jalan Arifin Ahmad, memberikan pelatihan-pelatihan bagi tenaga pendidik PK PLK di Provinsi Riau, mendorong orang tua agar tidak mengangap anak-anak PK PLK ini sebagai anak yang harus dikucilkan, sampai pada rencana pembentukan Mitra Autis di Kabupaten/Kota se Riau.

"Melalui kegiatan ini, saya mendorong pengelola atau instansi yang terlibat dalam mengurus PK PLK ini agar dapat menciptakan inovasi-inovasi baru, agar PK PLK di Provinsi Riau ini bisa terus semakin membaik," kata Dinas Disdikbud Riau, Dr H Kamsol MM diwakili Sekretaris Disdikbud H Kaharuddin saat membuat kegiatan Bimbingan Teknis Pembentukan Mitra Autis Provinsi Riau, Jumat 16 Oktober 2015 di Pekanbaru.

Kahar memberi apresiasi lebih kepada guru PK PLK, karena tidak sama dengan para guru yang mengajar di sekolah-sekolah biasa, guru PK PLK ini dalam mengajar menciptakan dua energi, yakni bagaimana mendidik anak menjadi pintar dan cerdas, dan yang kedua adalah mereka harus mampu mengusai emosi dan membaca psikologi anak didiknya.

"Ini yang harus kita berikan apresiasi lebih kepada guru-guru PK PLK ini, karena mereka itu biasanya tidak mudah atau tidak mau dipaksakan untuk belajar, sang guru harua benar-benar mampu mengusai emosinya, dan juga bisa mendekatkan diri dengan sang anak, ini tidak mudah, tapi mereka mampu, itu yang selagi patut kita berikan apresiasi," pungkasnya.

Mereka memiliki kelebihan dan kemampuan dibalik kekurangan yang ada. Celah kelebihan itu terus digali agar benar benar menonjol. Sehingga mereka memiliki keberania dan kemenadirian dalam bersikap.

Semnetra, Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKPLK) Disdikbud Riau, Sri Petri Hariyanti, mengutarakan, anak PKPLK bisa di bentuk dan dibina dan mereka juga bisa mandiri. Bukan itu saja mereka juga bisa dan sering meraih prestasi.

"Dari kegiatan yang diikuti 50 orang tenaga pendidik dan pengelola PKPLK di Provinsi Riau ini, kita berharap di daerah-daerah terbentuk suatu wadah yang nantinya akan memberikan perhatian khusus bagi anak-anak Autis ini," ujarnya.

Menurut Petri, anak-anak berkebutuhan khsusus juga berhak mendapatkan perlakuan baik. Memberi kesempatan untuk mandiri dan berprestasi. "Hak mereka patut dan  harus di tunaikan. Jangan sampai mereka terkucilkan dilingkungan masyarakat,"ungkapnya mengakhiri. **(mad)