• Zulfadhil

Gaungriau.com -- Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru pada Senin 21 September 2015 malam, membuat kabut asap yang menyelimuti kota bertuah sejak satu bulan terakhir semakin menghilang.

Dengan membaiknya kualitas udara ini, maka proses belajar mengajar sudah bisa kembali dilaksanakan kendatipun status darurat pencemaran udara akibat asap belum dicabut pemerintah.  Pasalnya sudah hampir tiga pekan lamanya siswa-siswi diliburkan.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Zulfadhil ketika dihubungi melalui telpon seluler mengatakan bahwa mulai hari ini, Selasa 22 September 2015, aktivitas belajar mengajar dapat dilakukan untuk semua tingkatan mulai dari Paud, TK, SD, SMP hingga SMA/SMK.

"Berdasarkan ISPU dan SOP dari Dinas Kesehatan. Maka proses belajar mengajar dapat dimulai hari ini,"ujar Zulfadhil.

Untuk mengejar ketertinggalan pelajaran tersebut, lanjut Zulfadhil, pihaknya yakin jika masing-masing sekolah dapat mengatasi semua ini. Karena bencana asap ini sudah setiap tahun terjadi.

"Untuk ketertinggalan, saya yakin masing-masing sekolah dapat mengatasinya. Sehingga anak didiknya tetap mendapatkan porsi belajar yang pantas,"ungkapnya.

Ketika ditanya, apakah perlu pihak sekolah membuat kebijakan dalam mengejar ketertinggalan dengan cara menggunakan hari Minggu untuk menambah jam pelajaran. Ia menambahkan, untuk saat ini tak perlu melakukan hal demikian, karena pihaknya tidak mau melebih porsi belajar para siswa.

"Saya rasa tidak perlulah hari minggu dilakukan penambahan jam belajarnya. Namun bisa saja ada semacam penambahan jam belajar atau jadwal mata pelajaran olahraga yang ditiadakan sementara dan diganti dengan belajar untuk menyikapi ketertinggalan," paparnya.

Kembali dimulainya aktivitas belajar mengajar di sekolah sangat disambut baik oleh para orang tua yang merasa khawatir karena anak mereka sudah sangat lama dliburkan.

"Sangat senanglah anak saya kembali belajar, lebih-lebih sebentar lagi akan digelar ujian smester,"ujar, Irda (28) ketika ditemui dirumahnya.**(saf)