Dispenda Temukan Ratusan Rekleme Ilegal di Kota Pekanbaru
Senin, 01 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
PEKANBARU -- Saat ini Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Pekanbaru banyak menemukan reklame ilegal yang sudah tayang dibeberapa ruas jalan di Pekanbaru. Hal initentu saja berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru.
Kepala Dinas Pendapatan Asli Daerah (Dispenda) Kota Pekanbaru, Yuliasman, mengakui jika pihaknya banyak menemukan reklame ilegal yang tidak memiliki izin maupun yang sudah habis izin tayang di Pekanbaru.
“Untuk kebocoran PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari sektor pajak reklame tentu ada, karena masih banyak kita temukan reklame yang sudah tayang namun tidak memiliki izin tayangnya dari Dispenda,”ujarnya, ketika ditemui, Senin 1 Februari 2016, usai menghadiri pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) Pekanbaru diaula Kantor Walikota.
Menurut Yuliasman, setidaknya sudah ada raturan reklame ilegal yang sudah ditertibkan Dispenda. Nemun secara pasti sulit dijumlahkan. Pasalnya reklame yang ditertibkan ini terus bermunculan.
"Jumlah reklame yang tidak ada izin ini tidak bisa dipastikan. Karena setelah kita tertibkan, maka akan tumbuh kembali. Jadi untuk data pastinya belum bisa, kalau diperkirakan adalah ratusan reklame,"jelasnya.
Yuliasman menambahkan, untuk reklame ilegal tersebut ada dua kategori, pertama dimana tidak memiliki izin tayang dan yang kedua tidak memiliki IMB.
“Jadi kalau untuk data pastinya, kita tentu harus koordinasi dahulu dengan Distarubang (Dinas Tata Ruang dan Bangunan). Karena untuk izin tanyang memang berada pada Dispenda, sedangkan tidak memiliko IMB berada pada Distarubang,"terangnya.
Lebih jauh dikatakan Yuliasman, secara keseluruhan reklame yang tidak ada izin tayang itu berada jalan kelas dua dan tiga. Sedangkan untuk jalan-jalan utama rata-rata sudah memiliki izin semua.
"Reklame yang tidak ada izin tayang ini bervariasi mulai dari reklame kecil hingga besar. Saat ini setiap hari anggota saya turun untuk menyisir rekmale yang tidak ada izin tersebut,"katanya.
Yuliasman menuturkan, jika rendahnya PAD dari sektor pajak reklame sangat dipengaruhi oleh faktor ekonomi global yang tidak stabil. Sehingga mengakibatkan lemahnya dunia usaha.
“Usaha yang berani selama ini memasang iklan diKota - kota besar itu rata-rata rokok. Kalau produk lain seperti komporter, mobiler mereka masih terbatas. Sehingga ini menjadi pemicu. Terlebih lagi adanya peraturan larangan iklan dikawasan tanpa rokok (KTR) sesuai Surat edaran bernomor 510.12/dispenda/276.a dan yang menindak lanjuti Peraturan Walikota nomor 39 tahun 2014,"ucapnya.
Meski demikian Yuliasman tetap optimis tahun 2016 PAD Kota Pekanbaru bisa meningkat.
“Kita optimis untuk tahun ini PAD Pekanbaru dapat meningkat, jika dibandingkan tahun lalu. Hal ini tentunya harus dibarengi dengan berbagai inovasi yang sudah kita lakukan saat ini. Yang jalas potensi Rp 1 triliun bisa dicapai,” tutupnya.**(saf)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Tangkap dan Penjarakan Pembakar Hutan dan Lahan
Gaungriau.com -- Rapat koordinasi terkait kasus darurat asap di Sumatera dan Kalimantan kembali digelar di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Kali ini langsung dipimpin Menko Polhukam Luhut Panjaitan didampingi Menteri LHK Siti Nurbaya. Rakor kali ini lebih tegas. Menko Polhukam Luhut meminta semua pihak, khususnya para…
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Polres Rohul Lakukan Bakti Sosial Donor Darah
Gaungriau.com -- Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi lalu Lintas (Polantas) ke-60, Polres Rokan Hulu (Rohul) mengelar bakti sosial. Dengan menggelar kegiatan Donor darah yang bekerjasama dengan pihak Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Pasir Pengarayan dan Palang merah Indonesia (PMI) cabang Rohul. Kapolres Rohul AKBP…
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Kasi Pidsus yang Baru Bakal Ungkap Kasus Korupsi
Gaungriau.com --- Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bagansiapaiapi Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) M Amriansyah SH MH, mengaku akan mempelajari beberapa pekerjaan rumah (PR) yang ditinggalkan oleh mantan Kasipidsus Rully Affandi SH. Menurut Amriansyah, masih ada sekian kasus korupsi yang telah ditangani Kejari Bagansiapiapi namun…
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Takut Melanggar Aturan
Tiang Besi Hasil Penertiban Belum Dilelang
Gaungriau.com -- Sudah satu tahun lebih lamanya tiang besi hasil penertiban Satpol PP Kota Pekanbaru belum juga dilakukan pelelangan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Menanggapi hal tersebut, Kepala Satpol PP Kota pekanbaru, Zulfahmi Adrian mengatakan bahwa pihaknya belum melakukan pelelangan ini dikarena belum adanya titik terang.…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Akui Diperiksa Sebagai Saksi
AF Bantah Terlibat Dugaan Korupsi Bansos
Gaungriau.com -- Polikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Azmi Fatwa (AF) membantah terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) sebesar Rp290 miliar pada anggaran tahun 2012 silam. Dia tak menampik kalau dirinya diperiksa oleh penyidik Polda Riau, namun hanya sebatas dimintai keterangan (saksi) atas tersangka…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Penyalahgunaan Lem di Kalangan Anak
Pemkab dan Aparatur Inhil Diminta Serius Menyikapi
Gaungriau.com -- Maraknya fenomena 'ngelem' di kalangan anak-anak di Indragiri Hilir (Inhil), terutama di kota Tembilahan terkesan ada pembiaran oleh pemerintah Kabupaten Inhil. Sejauh ini belum ada langkah konkrit dari pemerintah untuk menyelamatkan generasi muda Inhil ini. Menanggapi hal itu, ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia cabang Inhil,…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Satu Celana Loreng dan Puluhan Stiker TNI Ditertibkan
Gaungriau.com -– Satu Celana Loreng dan Puluhan Stiker yang berlabel TNI di tertibkan Sub Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/3-1 Kota Dumai dalam operasi Pekan Disiplin TNI yang digelar di dua lokasi berbeda yakni di Jalan Sudirman dan Jalan Lintas Bukit Timah Dumai, Selasa 15 September 2015. Celana…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Terkait Dugaan Korupsi Bansos
Jamal Abdillah Sebut Politikus PKS Ikut Terlibat
Gaungriau.com -- Mega korupsi dana hibah atau bantuan sosial (Bansos) tahun anggaran 2012 sebesar Rp 290 miliar yang melibatkan mantan Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Jamal Abdillah ternyata masih banyak yang keterlibatan sejumlah anggota dewan yang masih aktif. Selain Jamal Abdillah yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, juga…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
PKK Kampar dan Granat Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba
Gaungriau.com -- Tim Penggerak PKK Kabupaten Kampar bekerjasama dengan Granat (gerakan Nasional Anti Narkotika) Kabupaten Kampar mengadakan penyuluhan bahaya narkoba terhadap siswa dan siswi SLTA dari 5 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar yakni Bangkinang Kota, Bangkinang, Salo, XIII Koto Kampar, dan Koto Kampar Hulu, dilaksanakan di Aula Kantor Bupati…





