Gaungriau.com -- Maraknya fenomena 'ngelem' di kalangan anak-anak di Indragiri Hilir (Inhil), terutama di kota Tembilahan terkesan ada pembiaran oleh pemerintah Kabupaten Inhil. Sejauh ini belum ada langkah konkrit dari pemerintah untuk menyelamatkan generasi muda Inhil ini.

Menanggapi hal itu, ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia cabang Inhil, Hidayat Hamid meminta keseriusan pemerintah untuk kemajuan Inhil. Dikatakannya, kemajuan bukan melulu tentang pembangunan infrastruktur atau penataan ekonomi kerakyatan, namun pembinaan generasi muda merupakan faktor terpenting untuk kemajuan Inhil jangka panjang.

"Permasalahan ini harus disikapi serius oleh Pemkab Inhil dan aparatur terkait lainnya, jangan dianggap sepele, karena ini menyangkut masa depan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa," ungkap Ketua KNPI Inhil, Hidayat Hamid kepada wartawan, Selasa 15 September 2015 di Tembilahan.

Diterangkan, kegiatan penyalahgunaan lem ini selain merusak kesehatan fisik pengidapnya, juga dapat merusak mental anak-anak tersebut.

Pria yang aktif di Gerakan Kepramukaan ini mengkhawatirkan masa depan anak-anak ini, kalau sejak kecil saja sudah dirusak oleh pengaruh hal-hal dan benda yang merusak mereka.

"Pemkab Inhil melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Sosial harus dapat bertindak menyelamatkan anak-anak ini. Mereka harus melihat dari sisi melindungi masyarakat, apalagi perbuatan pecandu dan penjual lem kepada anak-anak ini sudah meresahkan masyarakat," tegasnya.

Salah satu tindakan yang bisa dilakukan adalah mengeluarkan larangan bagi setiap pedagang untuk menjual lem tersebut kepada anak-anak. "Tindak tegas pedagang yang masih menjual lem tersebut kepada anak-anak," kata Dayat.**(Suf)