"Pada saat sebelum pelantikan Sekda dan 4 kepala dinas saya banyak dapat masukan dari masyarakat untuk dapat memilih pejabat yang benar-benar sesuai dan mepunyai keinginan untuk membangun Inhil kedepan," kata Bupati Inhil HM Wardan MP, kemarin.
Selain memberikan masukan ada pula yang memberikan semacam ancaman agar tidak memilih seseorang yang tidak disukai menduduki jabatan. Namun terlepas dari itu semua bupati menanggapinya dengan positif saja.
"Artinya ini menunjukan perhatian masyarakat sudah sangat besar untuk pembangunan di Inhil. Buktinya saja pejabat yang diisi pada jabatan kosong banyak diberikan masukan mengenai kriteria mereka yang pantas," sebutnya.
Namun terlepas dari itu semua Pemkab Inhil sudah menggunakan sistem assessment dalam memilih para pejabat. Sesuai dengan bidang keahlian mereka yang lulus assessment akan ditempatkan pada posisi yang tepat.
"Berbagai masukan yang diberikan warga itu juga menunjukan bahwa masyarakat saat ini sudah cerdas, mereka ingin para pejabat yang dilantik memang harus bekerja, sehingga bisa diberikan kontrol secara langsung," ungkap Wardan.
Berbeda dulu cerita Wardan beberapa puluh tahun yang lalu saat dirinya masih berkiprah sebagai pejabat PNS dilngkungan Pemkab Inhil masyarakat masih kurang peduli pada pejabat yang dilantik.
"Saya menanggapinya dengan positif saja, dengan begitu masyarakat juga bisa mengawasi secara langsung tugas dan kinerja pejabat yang ada dilngkungan Pemkab Inhil," papar bupati yang dikenal agamis itu.**(adv/pemkab/suf)








