Sistem Penerimaan Praja IPDN Dinilai Tidak Adil
Minggu, 15 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
BAGANSIAPIAPI -- Tokoh pendidikan Rokan Hilir H Damiri minta para bupati se-Riau untuk berjuang merobah sistem yang diterapkan dalam penerimaan praja perguruan tinggi Ilmu pendidikan dalam Negeri (IPDN). Sebab sistem yang diterapkan ia nilai tidak adil, karena kualitas perolehan nilai kelulusan anak daerah lebih rendah dengan anak didaerah.
"Sebab anak yang mau ikut tentu tingkat nilainya bagus,ternyata dibandingkan anak kota nilai mereka masih dibawah.Maka sistem penerimaan sekarang belum bisa diterap,kita harap para bupati kepala daerah berjuang merubah sistem itu. Agar anak daerah bisa masuk di perguruan tinggi tersebu,"pintanya.
Damiri mengatakan jika sistem sekarang ini terus diberlakukan ia berkeyakinan anak daerah tidak bisa masuk malahan ia katakan anak daerah jadi penonton,sebab sistem perangkingan anak daerah jelas tidak bisa memenuhi nilai yang ia katakan hingga 350 seperti anak-anak dikota.
"Maka kursi di IPDN bakal diduduki oleh anak kota (Pekanbaru-red),seperti anak kita lulusan dari SMA plus,SMAN I,SMA Cendana,Sekolah Unggul,"katanya kepada Media ini via ponselnya kemarin.
H Damiri menyebutkan bahwa anak yang sekolah dikota jauh lebih baik nilainya dibandingkan anak daerah. Sebab mereka yang bersekolah dikoata dilengkapi dengan pasilitas yang lengkap.
"Sementara sekolah didaerah apa yang dimiliki,misalkan seperti labor bahasa saja sekolah didaerah tidak punya,coba lihat mana ada sekolah didaerah yang memiliki fasilitas lengkaap untuk penunjang belajar mengajar untuk mendapatkan nilai yang tinggi seperti anak-anak di kota,"katanya.
Dalam hal ini Damiri memberi tak lupa memberi solusi kepada pembuat kebijakan agar anak daerah bisa mendapatkan kursi duduk di perguruan tinggi IPDN.H Damiri menyarankan kepada para pembuat kebijakan seperti Gubernur harus membuat sistem perangkingan oleh masing-masing daerah dengan pasingred yang baik menurut H Damiri sistem penilain seperti itu baru adil.
"Sebab walaupun anak daerah hanya mendapatkan nilai hanya 300,saya nilai itu sudah sejajar dengan anak di kota ,sebab didaerah pasiltas belajar mengajar yang tidak lengkap mereka bisa meraih nilai segitu,"katanya.
Ditegaskan Damiri ,jika sistem yang ada saat ini tidak bisa dirobah dan terus diterapkan dalam penerimaan praja IPDN,ia minta sekolah dikota mau tak mau harus bisa menerima anak dari daerah disekolahkan di sekolah yang ada di kota."Apa sanggup,"katanya mengakhiri.**(zai)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Kamis, 07 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Dihadiri Plt Gubernur Riau, STAI Al Azhar Masmur Wisuda 180 Mahasiswa
PEKANBARU -- Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Azhar Masmur Pekanbaru kembali melaksanakan Wisuda Sarjana ke XX di Hotel Arya Duta Pekanbaru, Kamis (7/1). Dalam wisuda tersebut, STAI Al Azhar yang telah berusia 25 tahun ini berhasil melahirkan 180 lulusan dari program Pendidikan Agama Islam (PAI). …
-
Kamis, 07 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Rohil Dapat Bantuan e-Library Dari Perpustakaan Nasional RI
BAGANSIAPIAPI -- Dalam waktu empat tahun mendatang, perpustakaan-perpustakaan konfensional yang ada saat ini, akan digantikan dengan perpustakaan on line, berbasis internet, yang dapat di akses melalui hand phone. "Di Rohil dan juga Riau, perpustakaan internet ini sedang…
-
Rabu, 06 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Dewan Pekanbaru Pertanyakan Kebijakan Disdik Terapkan Lima Hari Belajar
PEKANBARU -- Kabar adanya kebijakan dari Dinas Pendidikan bahwa sekolah di Kota Pekanbaru akan menerapkan sistem Lima hari belajar dipertanyakan Komisi III DPRD Kota Pekanbaru. "Kita minta dasar Disdik membuat program lima hari belajar dan satu hari…
-
Selasa, 05 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Wilayah Batas Pemerintahan Jangan Dijadikan Patokan Penerimaan PSB
PELALAWAN -- Rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pelalawan terkait Penerimaan siswa baru (PSB) tahun 2016 sesuai rayon perkecamatan dinilai Dewan akan menjadi masalah bagi sejumlah warga yang berdomisili didaerah perbatasan pemerintahan terutama soal jarak dan waktu tempuh. …
-
Selasa, 05 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Sukses di Program Adiwiyata Nasional
PPDN Thawalib Bangkinang Menuju Sekolah Sehat Mandiri
BANGKINANG -- Setelah sukses meraih prediket sekolah berbasis lingkungan dalam program Sekolah adiwiyata tingkat nasional, Pondok Pesantren Daarun Nahdo (PPDN) Thawalib Bangkinang, saat ini bersiap menuju sekolah Adiwiyata Mandiri Nasioal. Optimisme PPDN Thawalib…
-
Senin, 04 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Disdik Pelalawan Diminta Perketat Pengawasan Sekolah
PELALAWAN -- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pelalawan didesak untuk memperketat pengawasan Sekolah di Pelalawan.Pengawasan jangan hanya berkutat mengawasi manajerial Administrasi sekolah saja namun seluruh permasalahan terutama soal kepribadian dan disiplin guru agar konflik antara guru dan Kepala Sekolah dapat dihindari. …
-
Rabu, 30 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Mari Gemar Membaca, Bupati Buka Sosialisasi UU 43 Tahun 2007
BAGANSIAPIAPI -- Bupati Rokan Hilir (Rohil) H Suyatno secara resmi membuka sosialisasi tentang undang-undang nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan. Acara sOsialisasi dipusatkan di gedung serbaguna Bagansiapiapi Selasa 29 Desember 2015. Sosialisasi ini diikuti ratusan orang peserta…
-
Rabu, 30 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Masuki Semester Genap
Disdik Pelalawan Minta Seluruh Sekolah Fokus Mata Pelajaran UN
PELALAWAN -- Usai liburan semester ganjil yang berakhir pada 3 Januari 2016 mendatang,maka Sekolah akan memasuki semester genap.Dinas Pendidikan Pelalawan memminta seluruh sekolah untuk fokus ke mata pelajaran Ujian Nasional (UN). "Ya benar Kita sudah melakukan rapat…
-
Selasa, 29 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Orang Tua Diminta Perketat Pengawasaan Terhadap Anak
TEMBILAHAN -- Hj Zulaikha Wardan mengatakan, peran semua pihak sangat penting dalam upaya mensosialisasikan kepada masyarakat Kabupaten Inhil, agar bisa meningkatkan penjagaan maupun perhatian terhadap anak-anak dibawah umur. Hal itu menurutnya dalam upaya mencegah terjadinya kasus pelecehan…
-
Selasa, 29 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Warga Pekanbaru Masih Mengeluh Biaya Pendidikan yang Tinggi
PEKANBARU -- Ketua Fraksi PAN DPRD Riau, Ade Hartati Rahmad, Selasa 29 Desember 2015 menggelar kegiatan serap aspirasi (reses), yang dilaksanakan di samping Posyandu Kelurahan Kulim Kecamatan Tenayan Raya. Kegiatan tersebut diwarnai dengan adanya berbagai penyampaian keluhan…
-
Selasa, 22 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Stand FK PKBM Bengkalis Juara I Pameran Hari Aksara Internasional
PEKANBARU -- Stand Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKMB) Kabupaten Bengkalis berhasil menjadi yang terbaik dalam ajang pameran bersempena peringatan hari aksara Internasional tajaan Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Riau.
-
Selasa, 22 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Terkait Pakaian Olahraga, Disdikbud Tidak Menganjurkan Ganti
SIAK -- Orang tua murid sangat kecewa dan sangat tidak setuju atau dipakasakan oleh pihak SDN 03 Kampung Banjar Seminar Kecamatan Dayun agar membeli pakaian sekolah yang baru yang disediakan oleh pihak sekolah. "Kalaulah kebijakan terkait pergantian…
-
Senin, 21 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Perlu Pendidikan Karakter Sejak Dini
Maimanah: Kenakalan Remaja sudah Mengkwatirkan
PEKANBARU -- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia DR. Hj. Maimanah Umar MA, menilai saat ini karakter remaja bangsa Indonesia sudah diambang mengkwatirkan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka akan berdampak kepada kemajuan bangsa. “Remaja kelak kita…
-
Senin, 21 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Honor Guru Daerah Terpencil akan Dinaikan
PEKANBARU -- Sebagai bagian dari upaya untuk terus memperhatikan nasib para guru, khususnya yang mengajar di sekolah-sekolah daerah terpencil, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Riau akan menaikkan gaji atau honor mereka. Menurut Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Disdikbud Riau,…
-
Minggu, 20 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Kepala Sekolah Harus Punya Program Mengembangkan Sekolah
PEKANBARU - Sebagai pemimpin disekolah, Kepala Sekolah dituntut mampu membuat program kerja yang terarah, untuk membawa sekolah yang dipimpinnya kearah lebih baik. Hak itu ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Riau Dr H Kamsol diwakili oleh…
-
Minggu, 20 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Peringati Hari Aksara Internasional, Disdibud Riau Gelar Pameran
PEKANBARU -- Bersempena dengan peringatan Hari Aksara Internasional tahun 2015, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Riau melalui Bidang Pendidikan Non Formal Informal (PNFI), gelar pameran karya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), se Riau. Pameran yang dilaksanakan di…
-
Minggu, 20 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Dharma Wanita Persatuan Disdikbud Riau Kunjungi Lapas Anak
PEKANBARU -- Dharma Wanita Persstuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Riau, Sabtu 19 Desember 2015 kemarin, berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan anak Pekanbaru, selain memberikan bingkisan, kegiatan pertemuan juga diisi dengan ceramah agama oleh Ustadzah Hj Hafifah. Selain dihadiri para anggota Dharma Wanita Disdikbud Riau,…
-
Minggu, 20 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
154 Lulusan S1 STT Dumai Diwisudakan
DUMAI -- Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Dumai mewisudakan sebanyak 154 orang lulusan Strata 1 (S1) jurusan Tehnik Industri, Tehnik Sipil dan Informatika, yang dilaksanakan di Aula Kampus STT Dumai, Jalan Soekarno-Hatta Dumai Timur, Sabtu 19 Desember 2015 kemarin.
-
Jumat, 18 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Anak Autis Juga Harus Mendapat Pendidikan yang Layak
PEKANBARU -- Anak Autis juga merupakan pribadi individu yang harus diberi pendidikan, baik itu keterampilan, maupun secara akademik. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Riau diwakili oleh Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan PendidikanLayanan Khusus (PKPLK)…
-
Kamis, 17 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
Rubah Image Museum Dari Menyeramkan Menjadi Menyenangkan
PEKANBARU -- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Riau Dr H Kamsol meminta agar Image musem sebagai sesuatu yang identik dengan hal menyeramkan di mata masyarakat, hendaknya bisa dihilangakan, museum harus menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi masyarakat untuk dikunjungi.



