PEKANBARU - Sebagai pemimpin disekolah, Kepala Sekolah dituntut mampu membuat program kerja yang terarah, untuk membawa sekolah yang dipimpinnya kearah lebih baik.

Hak itu ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Riau Dr H Kamsol diwakili oleh Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Sri Petri Haryati, saat membuka kegiatan Manajemen Bermasis Sekolah (MBS), Ahad (20/12) disalah satu hotel di Pekanbaru.

"Mau dibawa kearah mana suatu sekolah, berada ditangan pemimpinnya yakni Kepala Sekolah," tegas Petri.

Dia menyebut, jika diibaratkan sebagai suatu Provinsi atau Kabupaten, seorang Kepala Sekolah sama posisinya dengan Gubernur, Bupati/Walikota. Mereka harus mempunyai program kerja, yang bisa membawa kemajuan bagi daerah yang dipimpinnya.

Karena dengan dilakukannya pwnyusunan program kerja yang baik, maka akan berpengaruh pada hasil atau kuakitas peserta didik yang dihasikkan (para alumni) pada suatu sekolah.

"Tentunya program kerja yang dibuat harus mengacu pada Delapan standar pembangunan bidang pendidikan, karena meski memiliki kewenangan penuh, Kepala Sekolah tidak juga bisa seenaknya membuat program, harus tetap mengacu pada yang dibuat pemerintah," pungkasnya.

Sementara Ketua Panitia acara Ridwan mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan akan mampu meningkatkan pemahaman peserta tentang Manajemen Berbasis Sekolah, dan juga dapat melaksanakannya disekolah masing-masing.

"Kegiatan ini diikuti 120 orang peserta, yang terdiri dari pengawas SLB, Kepala SLB. Kita minta peserta serius mengikuti kegiatan ini, hingga bisa diaplikasikan ilmu yang didapat ditempat masing-masing,"ungkapnya.**(mad)