• Mas Irba Sulaiman

Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah berlangsung 3 hari diterapkan di Kota Pekanbaru. Namun, hingga saat ini bagi masyarakat yang terdampak atas kebijakan itu belum kunjung mendapatkan bantuan sembako sebagaimana yang dijanjikan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

Atas kondisi itu beberapa masyarakat kurang mampu yang dijanjikan untuk mendapatkan bantuan tersebut mengeluh, terhadap janji pemerintah yang belum kunjung direalisasikan.

"Kata nya di kasih bantuan dari pemerintah selama PSBB ini. Tapi kami belum terima yang katanya di kasih sembako," kata Syarifah Warga Jalan Beringin, Payung Sekaki, Senin 20 April 2020.

Syarifah yang berprofesi sehari-hari penjual tempe dari pasar kaget ke pasar kaget lainnya mengaku cukup kecewa atas lambatnya kinerja pemerintah. Dalam kondisi PSBB saat ini tempe jualannya kerap tak laku semua karena saya beli masyarakat yang turun.

"Biasanya kami jualan pagi di pasar, sorenya di pasar kaget. Sekarang sudah ada aturan pasar kaget udah gak boleh lagi kan. Ya, jauh turun jualan kami, karena gak seperti kemarin-kemarin laku nya," jelasnya.

Hal yang senada, juga dirasakan Yandi, warga Palas itu menyebut kinerja pemerintah lambat. "Masa baru di data, PSBB sementara udah di lakukan," keluhnya.

Dijelaskan nya, dirinya baru mendapatkan pendataan dari pihak RT satu hari jelang PSBB diterapkan pada 17 April kemarin.

"Belum juga ada kejelasan kapan mau dibagikan," cetusnya.

Kabag Humas Setdako Pemko Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman mengatakan, bahwa saat ini pemerintah masih melakukan validasi data terhadap mereka yang berhak menerima bantuan.

Diantaranya, masyarakat miskin, masyarakat rentan miskin, Orang Dalam Pemantauan (ODP), keluarga Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Keluarga pasien positif covid-19.

"Kan pak Walikota sudah menyebutkan, paling lambat kita salurkan satu atau dua hari Ramadhan. Kami juga mengupayakan sebelum Ramadhan kalau bisa disalurkan, kita salurkan. Karena saat ini validasi data penerima masih berlangsung," kata Irba.

Irba menerangkan, dari data Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru, dilakukan validasi kembali terhadap data yang sebelumnya. "Karena kan ada juga yang sudah meninggal, yang pindah. maka nya kita cocokan lagi," jelasnya.

Sementara untuk ketersediaan sembako yang akan dil salurkan, Irba mengaku sudah stnby dan mengepak dalam kemasan. Ada 100 ton beras bantuan dari pemerintah pusat.

Selain beras yang diberikan 5 kilogram setiap bulan selama 3 bulan, sembako yang akan diberikan berupa Minyak goreng, telur, indomie, dan gula. Irba menyebut, saat ini juga tengah dilakukan pengemasan paket sembako yang akan dibagikan.

Pemko Pekanbaru menyiapkan anggaran sebesar Rp115 Miliar untuk pemberian bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak atas kebijakan PSBB dari APBD.**(saf)