BENGKALIS -- Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Bengkalis berinisial SN membuat laporan ke Poltabes Pekanbaru atas dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh salah seorang tim sukses berinisial F terkait persoalan mafia proyek dan sewaktu terjadi penganiayaan disaksikan oleh beberapa orang saksi berinisial IS, RZ dan R,  hal ini dikutip dari sebuah akun Face Book bernama Danie Kelebok yang memposting sebuah status atas adanya laporan SN ke Poltabes tersebut beberapa jam yang lalu

Akan tetapi setelah ditelusuri kebenaran terkait postingan yang dibuat di akun tersebut sudah di hapus, namun beberapa sumber sudah mendapatkan postingan tersebut sebelum dihapus dan mengcapture postingan tersebut untuk dijadikan barang bukti. Selain itu di akun Facebook Danie Kelebok ini memilki 451 pertemanan dan memasang sebuah foto profil timbangan yang diperbaharui pada 15 september yang lalu.

Ketika media ini mencoba mengkonfirmasi terkait kebenaran berita postingan tersebut terhadap salah seorang saksi berinisial IS, Ahad 25 September 2016 tidak mengetahui adanya penganiayaan tersebut ditambah lagi adanya laporan yang dibuat SN ke Poltabes dan ini hanya sebuah isu yang saja.

“Saya tidak tahu terkait persoalan tersebut apa lagi dikatakan ada tempat kejadian dan siap lagi yang membuat isu ini dan ini tidak benar, saya lagi dipekanbaru sedang kuliah,” Ujar IS.

Kasat Reskrim Poltabes Pekanbaru Kompol Bimo Arianto ketika dikonfirmasi, Ahad 25 September 2016 terkait adanya laporan tersebut juga membantah dan tidak ada laporan atas nama SN ke Poltabes Pekanbaru terkait adanya dugaan penganiayaan.

“Saya juga ada ditelpon oleh beberapa orang terkait hal ini, setelah saya kros cek ke penjagaan dari semalam hingga hari ini tidak ada laporan yang masuk di buat oleh SN yang merupakan ketua ULP Bengkalis ke Poltabes,” Kata Bimo.**(put)Â