• Amin Rais saat menyampaikan materi

YOGYAKARTA -- Temu Tokoh Nasional menjadi salah satu rangkaian kegiatan Muktamar yang berlangsung pada Kamis 25 Agustus 2016 di Islamic Centre, Universitas Ahmad Dahlan. Temu Tokoh kali ini menghadirkan dua tokoh nasional, yaitu Prof Dr Amien Rais MA, dan Rahmawati Husein PhD. 

Menurut Normasari M Hum, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Temu Tokoh Nasional sengaja diadakan untuk mencari inspirasi sebagai bekal mensukseskan agenda Muktamar Nasyiatul Aisyiyah yang akan menentukan agenda-agenda penting gerakan Nasyiatul Aisyiyah 1 periode ke depan. 

Dalam forum Temu Tokoh tersebut, Amien Rais menegaskan bahwa Islam telah jauh lebih dahulu bicara tentang kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Banyak perempuan telah menjadi pemimpin, bahkan dalam skala pemerintahan, Amien mencontohkan, Pakistan, Turki, juga Indonesia telah memilih perempuan sebagai Presiden. 

Di Muhammadiyah sendiri, tandas Amien Rais, tidak ada diskriminasi antara perempuan dan laki-laki. Menyinggung tentang Nasyiatul Aisyiyah sebagai gerakan perempuan muda berkemajuan, tokoh reformasi yang juga Ketua MPR Periode 1998-2004 ini kemudian menggarisbawahi pentingnya penguasaan ilmu dan teknologi.

“Kompetisi mendatang adalah kompetisi penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), bangsa yang maju adalah bangsa yang menguasai iptek, dan bangsa yang tidak menguasai iptek akan menjadi bangsa terbelakang," pungkasnya.