PEKANBARU -- Pemadaman listrik secara bergilir di Kota Pekanbaru sudah seperti musim yang selalu rutin terjadi. Listrik padam tanpa mengenal waktu baik pagi maupun malam hari.

Berbagai opini pun saat ini berkembang ditengah masyarakat, mulai dari mengatakan adanya permainan daya sampai dengan listrik di kota Pekanbaru habis di kuras pelanggan besar baik mal ataupun hotel.

"Kita paham listrik selalu menjadi persoalan di saat beban puncak, tapi bukan berarti kita masyarakat selalu menjadi korban. Seandainya listrik mal dan hotel saja dimatikan saat beban puncak seperti apa, PLN berani tidak, saya lihat sendiri kok, Listrik warga mati disekitar salah satu mal, tapi mal nya justru tidak mati," kata seorang warga kota Pekanbaru, Yanhendri kepada wartawan, Rabu 24 Agustus 2016.

Sementara warga lainnya Ovi juga menyesalkan Listrik yang padam pada Maghrib. Karena selain ibadah shalat Maghrib dan Isya terganggu, anak-anak sekolah yang tengah membuat PR (pekerjaan rumah) juga tidak nyaman.

"PLN bukannya ikut mencerdaskan anak bangsa, melainkan membuat bodoh, karena listrik padam dan anak-anak jadi sulit belajar  terlebih membuat PR," cetusnya.

Menanggapi hal tersebut anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Zaidir Albaiza SH MH mengaku sangat prihatin dengan kondisi pelayanan PLN. Dimana, Kota Pekanbaru yang sudah maju dan berkembang, pembangunan sangat pesat, saat sore hingga malam masih laksana daerah terpencil.

"Benar kata warga dan wajar warga mengatakan hal demikian. Kita dituntut taat bayar listrik dan ikut aturan main PLN, tapi mereka seenaknya saja mematikan listrik," tegasnya.