"Sampai mati tidak akan saya beri izin, apalagi mahasiswa yang sudah menjadi CPNS harus tetap mengabdi dirohil, "kata Bupati Rohil H Suyatno Amp usai memimpin rapat dengan puluhan mahasiswa , senin 31 Agustus 2015 dilantai IV kantor Bupati Rohil.
Menurut Suyatno, Sebelum dikuliahkan pemkab rohil ,para mahasiswa itu telah membuat surat perjanjian apabila selesai kuliahnya akan mengabdikan diri dirohil. "entah apa penyebabnya sehingga ingin bekerja diluar rohil, namun kita tidak akan tinggal diam dan akan menarik mereka kerohil, "ujarnya dengan berang.
Ditambahkan Suyatno, dari total 150 orang diantaranya 42 orang sudah selesai dan sebanyak 12 orang sudah CPNS. Sedangkan sisanya 30 masih honorer. Namun, tenyata dari sisa 30 ornag itu masih terdapat 12 orang yang belum memegang Sk Honor Bupati. "Kita dari pemkab juga baru tahu, ada 12 ornag lagi karena memang tak pernah bertanya dan diam saja, sehingga ya itu tadi jadinya malah banyak yang mau bekerja diluar, "terangnya.
Suyatno berjanji dalam tiga hari kedepan semua honorer akan memegang SK dari Bupati dan secepatnya diurus oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Rokan Hilir. "Intinya kita mau tenaga yang profesional dan bisa membantu pemerintah bekerja untuk membangun rokan hilir,"katanya.
Adapun mahasiswa yang sudah tamat itu berasal dari mahasiwa IPB, ITP, UGM , Kedokteran UNRI dan Al-Azhar Mesir. Hingga saat ini belum ada pemikiran yang disumbangkan untuk rohil. "Jadi pro aktiflah ilmu yang didapat selama pendidikan dan usulkan kepemkab, jadi bisa sama-sama kita fikirkan.
Suyatno juga sempat kaget melihat mahasiswa yang tamat bekerja diSKPD tidak sesuai dengan bidangnya, sehingga membuat pikiran dan ilmu yang didapat tidak tersalurkan. “Ada sarjana tanah kerja di Perikanan, ada yang teknik kerjanya di Pertanian. Nah, ini tentunya tidak sesuai lagi dengan keahlian, maka dari itu kita minta BKD menyusun kembali dan memperkerjakan sesuai dengan bidangnya,"terangnya.
Pemkab Rohil telah menganggarkan dana sebesar Rp11 Milyar setiap tahunnya untuk beasiswa. tentunya dengan ingin kabur dari pemkab bukanlah hal yang bagus. "kita akan panggil dan kemudian kita minta mereka untuk memenuhi janjinya. Apabila tidak dipebuhinya, maka kita akan melakukan tindakan tegas, "pungkas Suyatno.**(adv/humas/Us)




