BAGANSIAPIAPI -- Pembangunan Jalan Lingkar yang menghubungkan Jalan pelabuhan baru menuju Jalan Utama, pelabuhan Nelayan, Bagansiapiapi saat ini tidak bisa diteruskan pengerjaannya. Pasalnya, pembangunan jalan tersebut memakan Lahan masyrakat yang panjangnya sekitar 200 Meter.

Supaya Jalan penghubung itu diteruskan pembangunannya, maka Pemkab Rohil akan segera melakukan gantirugi lahan masyrakat tersebut.

"Kita telah Perintahkan kepada Bagian Pemerintah Desa (Pemdes) Sekdakab Rohil untuk segera melakukan ganti rugi lahan masyrakat dengan tujuan supaya pembangunan jalan penghubung tersebut bisa diteruskan pembangunannya. Karena dijalan lingkar tersebut sudah banyak penduduk dan Sekolah yang berdiri seperti Sekolah TK, SD dan Pondok Pasantren (Ponpes), "kata Bupati Rohil H Suyatno Amp, Jumat 21 Agustus 2015 di Bagansiapaipi.

Menurut Bupati, Jika jalan lingkar itu selesai pembangunannya maka diyakini Pelabuhan Nelayan dan perekonomian masyrakat nya akan meningkat. Karena Jalan Lingkar itu satu-satunya jalan penghubung bagi masyrakat Kelurahan Bagan Barat khususnya masyrakat yang berdomisili disekitar Pelabuhan. Selain itu, Jalan lingkar nantinya juga akan dibuat jalur dua.

"kita lihat jalannya cukup besar dan luas, jadi sudah wajar jalan lingkar itu kita buatkan jalur dua, "kata Suyatno.

Sementara itu, masyrakat Setempat sangat mengharapkan  Jalan lingkar tersebut secepatnya dilakukan pembangunannya.  karena Kondisi Jalan tersebut dimusim hujan sangat mempriihatinkan.

"kalau Hujan turun, maka jalan itu sangat sulit untuk dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat karena becek. Parahnya, sekolah Taman Kanak-kanak (TK) tidak jarang diliburkan oleh gurunya karena kwatir siswa akan terjatuh melewati jalan tersebut, "kata Zulkifli.**(adv/humas/Us)