TEMBILAHAN -- Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menjadi Inspektur Upacara (Irup) penaikan bendera merah putih di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Tembilahan, Senin 16 Nopember 2015.

Upacara yang dipusatkan di Lapangan SMKN 1, Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan ini, diikuti Ketua TP PKK, Hj Zulaikhah, Kepala Dinas Pendidikan, Helmi D, Kepala BP3AKB, Hj Djamillah dan Kepala Bagian Humas Setda Inhil, Ahmad Ramani.

Bupati Wardan dalam amanatnya mengatakan, siswa SMK patut berbangga hati, karena berbeda dari siswa SMA sederajat lainnya. Dimana, di SMK siswa diajarkan langsung untuk turun ke lapangan dan mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan.

"Contohnya saja siswa SMK di Solo, yang dapat menciptakan mobil sendiri, saat dipimpin oleh Joko Widodo, yang saat ini menjadi Presiden Republik Indonesia," tutur Bupati Wardan.

Kendati keberadaan dan peran SMK sangat penting, namun dijelaskan Bupati, jumlah SMK di Negeri Seribu Parit ini tidak sebanding dengan jumlah SMA, yakni dari 40 SMA yang ada di Kabupaten Inhil, hanya ada 17 SMK atau berbanding 60:40.

"Begitulah beratnya untuk mendirikan satu SMK, apalagi yang respentatif, bandingnya membangun satu SMK sama dengan membangun tujuh hingga delapan SMA," terangnya.

Oleh karena itu, mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini mengimbau kepada seluruh siswa, untuk belajar dengan tekun dan mengikuti pendidikan sesuai dengan janji siswa, seperti yang dibacakan setiap melaksanakan upacara penaikan bendera merah putih.

"Beberapa program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil juga dibuat untuk siswa, seperti salah satunya maghrib mengaji. Jadi, mohon siswa termasuk guru untuk ikut mendukung dan mensukseskannya," tambahnya.**(suf)