Ambruknya Jembatan Sungai Reteh tersebut dikarenakan usia jembatan yang sudah tua. Ditambahnya dengan melintasnya mobil pembawa semen di atasnya hingga jembatan tidak mampu menahan beban yang ada.
“Kondisi jembatan tersebut memang sudah lama rusak dan memprihatinkan. Sayangnya meski sudah diusulkan berulang kali, belum ada perhatian dari Pemkab maupun pihak Provinsi,” ujar Mansun anggota DPRD Inhil dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kepada Gaungriau.com melalui HP, Kamis, 29 Oktober 2015.
Mansun menambahkan, dampak dari ambruknya jembatan penghubung tersebut membuat akses masyarakat jadi terputus, dan terpaksa menggunakan sampan untuk menyeberang.
“Tidak terkecuali nantinya aktivitas pendidikan juga akan terhambat. Karena siswa yang ingin bersekolah terpaksa haru menggunakan sampan, dan ini tentu akan membahayakan, terutama untuk siswa SD,” ungkapnya.
Sementara, Camat Keritang, Ridwan, saat dihubung pada hari yang sama dalam kesempatan berbeda megatakan runtuhnya jembatang tersebut terjadi sekitar jam 16.00 WIB. Dimana masyarakat tengah beraktivitas, sehingga satu unit mobil dan satu unit sepeda motor yang tengah melintas tercebur ke sungai.
"Jembatan runtuh saat kondisi air sungai sedang pasang dalam, tapi pengendara mobil dan motor yang kecebur ke sungai sudah bisa kita naikan ke darat dan tidak mengalami cidera serius," jelas Camat Ridwan.



.jpg)










