Gaungriau.com -- Langkah Pemerintah Kota Pekanbaru yang akan menyulap Pasar Agus Salim Pekanbaru menjadi kawasan city walk seperti Malioboro di Yogyakarta, ternyata meninggalkan rasa cemas para pedagang yang saat ini masih berjualan di lokasi tersebut.

"Kami para pedagang disini tidak bisa menolak untuk di relokasi, namun, harus ada kesepakatan antara pedagang dan pemerintah serta pihak lainnya, sehingga tidak ada yang dirugikan dalam pelaksanaannya," ujar Thomas salah seorang pedagang kepada wartawan Kamis 17 September 2015.

Harus ada sebuah kejelasan yang pasti terkait dengan beberapa hal yang masih menjadi pertanyaan para pedagang. Harus jelas pindahnya ke mana, bagaimana bentuknya, teknisnya seperti apa, aturannya seperti bagaimana, tempatnya prospektif atau tidak.

"Jangan sampai hanya memindahkan saja tanpa ada kajian lain. Sekarang lapak kami di ukur ketika tengah malam dan jalanan di depan kami berdagang di pasangi keramik sehingga pembeli sulit untuk mampir," katanya, seraya menyebut jumlah pedagang di kawasan Agus Salim yang tersisa sebanyak 200 pedagang.

Sementara wakil ketua DPRD Pekanbaru Sondia Warman mendesak Pemko Pekanbaru agar melakukan relokasi seluruh pedagang Jalan Agus Salim. Pemindahan itu tentunya harus manusiawi serta paling utama harus mengakomodir keluhan pedagang.

"Kita harapkan sebelum pengerjaan lebih lanjut, pemindahan pedagang sudah tuntas. Pemko Pekanbaru melalui Dinas Pasar harus melakukan kordinasi kepada semua pihak sehingga tidak bekerja asal-asalan dan menimbulkan protes pedagang," ujarnya.

Menurutnya Pemko Pekanbaru jangan setengah hati melakukan penataan terhadap pedagang. Pemko Pekanbaru harus dapat menawarkan solusi dan tentu memberikan fasilitas yang lebih bagus di Pasar Agus Salim nantinya.

"Pemko Pekanbaru harus dapat menjamin keamanan yang kondusif terhadap pedagang. Kita tidak mau nantinya justru menjadi konflik antar pedagang dan Pemko," ucapnya

Sementara Kepala Dinas Pasar Kota Pekanbaru Mahyudin, ketika dikonfirmasi membantah bahwasanya pihaknya belum menyiapkan lokasi baru buat pedagang di Pasar Agus Salim.

"Tempat sudah kita siapkan di lokasi yang sama, ada ruko yang kita bongkar untuk lokasi para pedagang lama berjualan. Jadi tidak benar kalau masih ada yang mengeluh soal relokasi, dan kalau ada mungkin itu pedagang baru," ujarnya.

Kembali dikatakan Mahyudin, pihaknya dari jauh-jauh hari sudah melakukan sosialisasi supaya pedagang bisa lebih siap pada waktu pembangunan pasar dimulai.

"Kita lakukan sosialisasi kepada pedagang sudah jauh-jauh hari, supaya pedagang bisa paham dengan program yang kita jalankan," pungkasnya.**(dni)