Adapun lokasi yang razia adalah, Arena Permainan Gold 9 Games yang terletak di sebelah Pool dan Cafe Terminal 8 di Jalan Sudirman. Selain itu, polisi juga mendatangi arena permainan di XP Club Jalan Sudirman, Plaza 88 Jalan Riau, dan Markaz Billiard di Jalan Sultan Syarif Qasim.
Walikota Pekanbaru, Firdaus MT mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin memperkeruh keadaan. Sebelum adanya pernyataan resmi dari kepolisian yang mengatakan bahwa arena permainan itu merupakan tempat perjudian.
"Saya rasa apa yang diberitakan beberapa waktu lalu belum tentu kebenarannya. Pasalnya, beberapa waktu lalu juga pernah terjadi hal yang sama, dimana ada informasi yang mengatakan bahwa arena permainan tersebut sudah beralih fungsi menjadi sarang perjudian. Namun, ketika dikroscek kebenarannya tidak ada ditemukan hal demikian,"ungkapnya, Kamis 22 Oktober 2015.
Kendatipun demikian lanjut Firdaus, pihak Pemko selama ini sudah selektif dalam mengeluarkan izin. Sehingga sangat kecil hal tersebut akan terjadi.
"Selama ini BPT sudah sangat teliti sebelum mengeluarkan arena izin permainan atau tempat hiburan,"ungkapnya.
Menurut Firdaus, untuk mengawasi aktifitas perjudian ini bukan hanya tugas dari pihak kepolisian dan pemerintah saja daerah saja. Namun merupakan tanggung jawab semua pihak.
"Ini tidak tanggung jawab saya saja, tetapi masyarakat dan RT/RW juga harus ikut untuk mengawasinya. Jika ada hal-hal yang demikian dan ditemukan diwilayahnya. Silahkan untuk segera melaporkan kepada aparat kepolisian,"tutupnya.**(saf)







