Hindari Polemik Freeport Berkepanjangan, Pemerintah Diminta Terbitkan Perppu
Selasa, 14 Maret 2017 - 00:00:00 WIB
JAKARTA -- Pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla diminta segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) agar terhindar dari pelanggaran hukum dan bisa mengakomodasi berbagai kepentingan atas berlarut-larutnya polemik Freeport Indonesia. Penerbitan Perppu tersebut merupakan solusi efektif bagi pemerintah yang terus mencari jalan keluar atas permasalahan Freeport.
“Saya sudah minta agar ganti undang-undang itu dengan menerbitkan Perppu saja. Jadi enggak ada yang dilanggar,” kata Ramson dalam forum legislasi "Implemantasi UU Minerba, Untuk Masa Depan Bangsa dan Negara" bersama anggota Komisi VII DPR Fraksi Gerindra Ramson Siagian, dan Direktur Eksekutif INDEF Enny Sri Hartati di Gedung DPR RI Jakarta, Selasa 14 Maret 2017.
Ramson Siagian menegaskan ruh dari UU Minerba adalah hilirisasi atau proses pemurnian dari hasil pertambangan. Untuk dilakukannya pemurnian terlebih dahulu baru diekspor. Hal tersebut, tercantum pada pasal 103 UU Minerba tersebut. Dengan demikian, sebenarnya sudah sangat jelas amanat yang harus diikuti oleh seluruh perusahaan pertambangan yang beroperasi di Republik ini.
“Di UU Minerba itu pasal 103 disebutkan bahwa pemegang IUP dan IUPK wajib melakukan pemurnian hasil penambangan di dalam negeri,” katanya.
Menurut Ramson, jika implementasi UU Minerba tersebut dilaksanakan, maka perusahaan penambangan skala besar tidak bisa mengekspor konsetratnya. Kondisi seperti itu tentu berdmpak kurang baik bagi perekonomian Republik ini secara keseluruhan. “Dari sisi makro, dengan tidak bisa diekspornya konsentrat berdampak pada neraca perdagangan kita yang menjadi devisit. Itu mempengaruhi ekonomi kita, bisa melemah rupiah,” kata Ramson.
“Jadi, persoalannya peemrintah tidak bisa melaksanakan UU Minerba itu sendiri. Sehingga mengeluarkan PP No.1 tahun 2012. Karena itu UU Minerba itu harus direvisi dan jalan keluar yang paling cepat adalah mengeluarkan Perppu,” tegas politisi Gerindra itu.
Berlandaskan pekermbangan terkahir itu, Ramson menilai sejauh ini dirinya berkesimpulan UU Minerba tersebut tidaklah sesempurna yang diharapkan. “Memang undang-undang minerba ini kurang komprehensif,” ujar Ramson.
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Senin, 10 Oktober 2016 - 00:00:00 WIB
LE : Pilkada Damai Harga Mati
JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi II Lukman Edy (LE) mengatakan konflik di Pilkada diyakini selain konsoliasi demokrasi terhambat, juga akan mengganggu ekonomi dan terhambatnya investasi. Â Karenanya, LE meminta agar seluruh parpol, masyarakat yang terlibat dalam tim…
-
Selasa, 04 Oktober 2016 - 00:00:00 WIB
DPR Optimistis RUU ITE Disahkan Akhir Oktober
JAKARTA -- Anggota Komisi I DPR RI FPPP H. Syaifullah Tamliha optimis RUU Informasi dan Traksaksi Elektronik (ITE) akan memperoleh pengesahan dalam sidang paripurna DPR RI pada 28 Oktober 2016. Optimisme tersebut disebabkan saat ini tak ada perbedaan mendasar antara DPR RI dan pemerintah (pengusul RUU ITE)…
-
Minggu, 02 Oktober 2016 - 00:00:00 WIB
Pentingnya Investasi di Bidang Properti
JAKARTA -- Salah satu penasihat bisnis Robert T Kiyosaki, Dr. Dolf de Ross, mengatakan pentingnya berinvestasi di properti secepat mungkin. Perbedaan waktu membeli akan berakibat pada hilangnya kesempatan untuk memperoleh arus kas positif yang lebih besar. Demikian…
-
Selasa, 20 September 2016 - 00:00:00 WIB
10 Tahun Dibahas Tanpa Usai, RUU Perbukuan Terlalu Lama Mengendap
JAKARTA -- Pembahasan RUU Sistem Perbukuan dirasakan sudah terlalu lama sekitar 10 tahun dan hingga kini belum ada tanda-tanda selesai sampai pembahasannya. Alasannya perkembangan perbukuan saat ini terlalu kompleks. “DIM (daftar inventarisasi masalah) nya 565 DIM diharapkan…
-
Kamis, 15 September 2016 - 00:00:00 WIB
Membangun DPR sebagai Rumah Rakyat
Relasi DPR dan Masyarakat Madani Harus Diperkuat
JAKARTA -- Untuk membangun DPR sebagai rumah rakyat tak hanya tergantung pada perbaikan sistem di internal DPR dan peran parpol saja. Tak kalah penting, peranan aktif civil society atau masyarakat madani untuk mendorong reformasi parlemen. Pola relasi…
-
Kamis, 15 September 2016 - 00:00:00 WIB
UU Pemilu Perlu Penyederhanaan Terus-Menerus
JAKARTA -- Ketua Fraksi PKB DPR Ida Fauziah berharap revisi undang-undang (UU) Pemilu mesikipun tidak permanen, bisa digunakan untuk jangka waktu lama atau road map untuk 20 tahun ke depan. Panjangnya masa berlaku produk hukum itu diyakini akan sangat menghemat energi mengingat untuk mengesahkan suatu UU, meski…
-
Rabu, 07 September 2016 - 00:00:00 WIB
RUU Minol Tak Mengganggu Kepentingan Asing
JAKARTA -- Ketua Panitia Kerja RUU Larangan Minuman Beralkohol (Minol) H. Arwani Thomafi meyakini upaya pelarangan minol dalam RUU Minol tidak mengganggu kepentingan/wisatawan asing. Namun hendaknya peredaran minol harus dibarengi dengan izin penjualan termasuk perizinan produksi tempat minol tersebut. Arwani tak mengelak adanya ritual agama tertentu yang membolehkan…
-
Selasa, 30 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
DPR Dorong Kewenangan KPPU Diperkuat
JAKARTA -- Anggota Komisi VI DPR RI Eka Sastra mendorong diperkuatnya kewenangan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melalui RUU Larangan Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, yang saat ini sedang dibahas oleh DPR RI. Penguatan secara kelembagaan, kewenangan dan anggaran tersebut diperlukan agar terjadi harmoni harga-harga kebutuhan…
-
Kamis, 25 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
Temu Tokoh Nasional
"Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan untuk Kemandirian Bangsa"
YOGYAKARTA -- Temu Tokoh Nasional menjadi salah satu rangkaian kegiatan Muktamar yang berlangsung pada Kamis 25 Agustus 2016 di Islamic Centre, Universitas Ahmad Dahlan. Temu Tokoh kali ini menghadirkan dua tokoh nasional, yaitu Prof Dr Amien Rais MA, dan Rahmawati Husein PhD.
-
Kamis, 25 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
DPR Akan Tolak Kenaikan Harga Rokok
JAKARTA -- DPR RI akan menolak kenaikan harga rokok jika pemerintah memutuskan untuk itu, karena akan membuat terpuruk petani tembakau serta karyawan pabrik dan para penjualan asongan rokok. Pengangguran besar-besaran akan terjadi, ini yang perlu dihindari. “Saya…
-
Selasa, 23 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
Riau Salah Satunya
Pemerintah Tetapkan Enam Provinsi Darurat Karhutla
JAKARTA -- Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana) (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan bulan September adalah periode puncak kemarau. Pada bulan September ini juga merupakan puncak dari jumlah hotspot atau puncak panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Periode hotspot terbanyak dari karhutla di…
-
Minggu, 21 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
Oesman Sapta: Kenaikan Harga Rokok Kurangi Jumlah Perokok Pemula
JAKARTA -- Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta menyambut positif rencana kenaikan hargo rokok, yang akan segera diberlakukan. Menurutnya rencana tersebut bisa membatasi kebiasaan anak remaja yang mulai mencoba-coba merokok. "Anak-anak remaja yang mencoba memulai merokok akan…
-
Kamis, 18 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
Ketua MPR : Masih Banyak Anomali dalam Kehidupan Berbangsa
JAKARTA -- Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyatakan meskipun bangsa Indonesia telah mengukuhkan UU NRI sebagai buku suci, namun masih banyak bersikap anomali yang ditemukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Buktinya, banyak kepentingan indvidu, kelompok dan golongan yang berada di atas kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Sumberdaya…
-
Minggu, 14 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
Jadi Simbol Bendera Indonesia
OSO: Gunung Merah Putih di Sulit Air
JAKARTA -- Keberadaan Nagari Sulit Air di Kabupaten Solok, kental dengan sejarah perlawanan anak nagari di Sumatera Barat dalam melawan penjajah di masa kolonial. Tuanku Imam Bonjol sebagai figur kekuatan didukung ulama Paderi dan kaum adat berhasil mendirikan pusat kekuatan di Bonjol (1803-1838). …
-
Selasa, 09 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
DPR : RUU Kamnas Belum Dibutuhkan
JAKARTA -- Legislator Senayan dari Fraksi PPP DPR RI Arsul Sani menilai RUU Kamnas (Keamanan Nasional) belum begitu diperlukan dan tidak tepat DPR RI langsung merespon dengan memasukan ke Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2016. Sebab hingga saat ini, baru 10 dari 40 RUU yang menjadi tugas DPR…
-
Senin, 08 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
MPR Gelar Tiga Agenda Akbar
JAKARTA -- Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada bulan Agustus ini ada tiga agenda besar MPR, yaitu penyelenggaraan Sidang Tahunan MPR pada tanggal 16 Agustus, peringatan Hari Konstitusi pada tanggal 18 Agustus, dan Peringatan HUT MPR pada tanggal 29 Agustus 2016. …
-
Kamis, 04 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
Politisi PDI Perjuangan Sebut Kabinet Reshuffle Kabinet Daur Ulang
JAKARTA -- Anggota komisi I DPR Effendi Simbolon menilai kabinet hasil reshuffle sebagai kabinet daur ulang dan diyakini tak akan berhasil dibandingkan kabinet original. Sebaliknya Effendi Simbolon pesimistis dan menyebut kabinet daur ulang akan mengakibatkan bangsa ini semakin terpuruk.
-
Rabu, 03 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
Penahanan Pencemar Nama Baik
Harus Melalui Pembuktian Pengadilan Terlebih Dulu
JAKARTA -- Ketua Tim Panja RUU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dari pemerintah Prof Dr Henri Subiakto mengatakan seseorang yang diduga melakukan pelanggaran pidana pencemaran nama baik dan dijerat menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tidak boleh lagi dipenjara sebelum ada putusan pengadilan. Dalam revisi UU…
-
Selasa, 26 Juli 2016 - 00:00:00 WIB
DPR : Lahan Tembakau Dikhawatirkan Menjadi Kenangan
JAKARTA -- Pemerintah dinilai masih memandang remeh potensi pasar daun tembakau. Bahkan dalam RUU Pertembakauan, daun tembakau hanya dipandang sebatas masalah rokok semata. Hal itu terlihat dari terpuruknya tembakau Indonesia dan kalah oleh ekspor tembakau yang mencapai 75 persen untuk keperluan dalam negeri memproduksi rokok putih. Tembakau…
-
Jumat, 17 Juni 2016 - 00:00:00 WIB
Ribuan Rumah Terendam, Banjir Kota Padang Telan Korban Jiwa
GAUNGRIAU.COM -- Hujan ekstrem dengan intensitas hujan lebih dari 300 milimeter sejak pukul 16.00 hingga 23.30 Wib pada Kamis 16 Juni 2016 telah menyebabkan banjir di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat. Banjir juga disertai longsor di beberapa tempat. Beberapa sungai meluap sehingga ribuan…



