JAKARTA -- Gempa di Aceh yang terjadi pada Rabu 7 Desember 2016 pukul 05.03 Wib, dan telah mengakibatkan 25 korban tewas, dan puluhan luka-luka tersebut tidak berpengaruh terhadap pelaksanaan Pilkada serentak di Aceh Darussalam. Pilkada harus jalan terus.

“Justru dengan musibah gempa ini menjadi momentum sangat tepat bagi kandidat calon gubernur, bupati, dan walikota di seluruh Aceh Darussalam untuk turun ke lapangan membantu masyarakat yang menjadi korban gempa itu,” tegas Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy pada wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu 7 DEsember 2016.

Untuk itu kata politisi PKB Pilkada di daerah terdampak gempa, banjir, dan sebagainya Pilkada-nya jalan terus.

“Pilkada di daerah tedampak bencana jalan terus dan tidak terpengaruh dengan bencana. Justru para kandidat diharapkan membantu masyarakat,” ujarnya.

Evakuasi Tak Menambah Jumlah Korban

Secara terpisah Ketua Umum  Partai Golkar Setya Novanto berharap proses evakuasi bisa berjalan secara cepat dan tidak menambah jumlah korban yang tewas menyusul terjadinya musibah gempa bumi berkekuatan 6,4 pada Skala Richter mengguncang di wilayah Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam pada Rabu pukul 05.00 WIB. Selain ikut menyatakan berduka cita, Novanto mengatakan evakuasi yang diharapkan berjalan cepat tersebut sebagai langkah untuk mengantisipasi adanya gempa susulan.

"Semua pihak harus lakukan evakuasi secara cepat. Ini harus lebih awal, takutnya ada gempa susulan," kata Setya Novanto usai menerima Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) Said Aldi Al Idrus dan jajarannya di kantor DPP Partai Golkar Slipi, Jakarta, Rabu 7 Desember 2016.

Kepada pemerintah, Setnov meminta agar Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga bekerja secara cepat terutama masalah evakuasi dan pendirian tenda untuk korban. Pemerintah Daerah (Pemda) juga harus cepat dan sigap. Langkah tersebut diperlukan agar warga yang menjadi korban masih bisa tertangani karena telah dievakuasi.