BANDUNG -- Ketua MPR Oesman Sapto membai'at (menyumpah) dua mahasiswa dari Provinsi Aceh dan Papua berikrar untuk melaksanakanempat pilar Pancasila, UUDNRI 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika.

Pelaksanaan sumpah atau ikrar empat pilar tersebut disaksikan oleh Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia dan 2000-an peserta Jambore Himpi Perguruan Tinggi se-Asean di kampus Universitas Telkom, Bandung, Senin 23 Mei 2016.

"Demi Allah, Saya berjanji untuk melaksanakan Pancasila, UUDNRI 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, " ujar Oesman Sapta seraya memegang tangan kedua mahasiswa dan diikuti dua mahasiswa dan sekitar 2000-an peserta Jambore Hipmi Perguruan Tinggi se-Asean.

Oesman Sapta memberikan materi sosialisasi empat pilar Kebangsaan dalam perspektif penguatan ekonomi nasional seusai
Presiden Joko Widodo membukaan Jambore HIPMI Perguruan Tinggi Se-Asean.

Saat menyampaikan materi sosialisasi empat pilar Pancasila, UUDNRI 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, Oesman Sapta mengaku prihatin dan sedih atas hilangnya rasa nasionalisme di kalangan anak muda. Lunturnya rasa kebangsaan tersebut kata Oesman disebabkan ada pengaruh atau intervensi budaya asing dari luar. Karenanya Oesman
Mengatakan MPR menggiatkan sosialisasi Empat Pilar MPR, yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Tapi saya yakin generasi muda HIPMI tidak hilang rasa kebangsaannya," katanya seraya meminta generasi muda HIPMI untuk mengingatkan generasi muda lainnya di Tanah Air tentang rasa kebangsaan itu.