Anggaran Pembanggunan Gedung Daerah Diduga Mark-up Rp 49 M, Tahun ini Dianggarkan 3 M
Selasa, 17 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
BENGKALIS -- Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pembangunan Gedung Daerah Bengkalis diminta untuk bertanggung jawab terkait pembangunan Gedung Daerah yang amburadul.
Diduga dana dengan Riil APBD Kabupaten yang dikucurkan Rp49 milliar untuk pembangunan gedung daerah tersebut, diduga "Mark Up" karena tidak sesuai dengan hasil yang ada dimana sampai saat ini tak kunjung siap dikerjakan.
"Kita minta KPA dan PPTK untuk bertanggung jawab atas pembangunan gedung daerah ini. Ada dugaan dana pembangunan tersebut di "mark up" dimana dianggarkan kembali pada tahun ini sebesar Rp 3 milliar,"ujar salah seorang warga Jalan Pertanian Bengkalis, Irwansyah, Selasa 17 Mei 2016.
Seharusnya, lanjutnya, ada audit terlebih dahulu dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan hasil audit nantinya, akan terlihat ada kerugian negara, apa tidak.
"Tapi anehnya, tahun ini kembali dianggarkan sebesar Rp 3 milliar untuk finishing, padahal sejak tahun 2014 penggarannya sudah memasuki tahap finishing. Artinya proyek gedung daerah Bengkalis itu hanya menguras APBD Bengkalis dimana tahun 2016 ini merupakan tahun kedelapan,"ujarnya.
Disambung mantan anggota DPRD Bengkalis periode 2004-2009 itu, kalau KPA menyalahkan sepenuhnya kepada rekanan juga tidak fair, karena proyek gedung daerah itu juga diakibatkan kelalaian KPA dan PPTK dengan mengakibatkan kualitas proyek jadi amburadul.
Ia juga meminta tahun 2016 ini proyek gedung daerah tersebut distop dahulu sampai ada hasil audit BPKP. Kemudian kepada penegak hukum supaya melakukan proses hukum terhadap rekanan, KPA, PPTK serta tim VHO.
"Ini cukup aneh, hasil audit dari BPKP belum ada tetapi dianggarkan kembali tahun ini. Sepertinya ada kesengajaan menguras APBD Bengkalis lewat proyek bernama gedung daerah, karena tahun 2016 ini merupakan tahun kedelapan. Terlepas berapa anggarannya tapi angka riil dilapangan sebesar Rp 49 milyar sangat luar biasa, dilihat dari struktur gedung yang sederhana dan tidak siap,"beberanya lagi.
Selain KPA dan PPTK kata Irwansyah, rekanan PT. Hikmah Perkasa Sejati, juga harus bertanggung jawab walaupun sudah diberi sangsi denda sebesar 5 persen dan black list atas perusahaan.
Hal itu dikarenakan atas keterlambatan pekerjaan yang tidak selesai hingga akhir tahun 2015. Persoalan gedung daerah tidak cukup sebatas denda dan black list saja, tapi diproses secara hukum.
"Kami mendesak kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, Polres Bengkalis untuk segera mengusut proyek pembangunan gedung daerah ini, karena 7 tahun dianggarkan tak kunjung siap dikerjakan. Dan anggaran yang disedot mencapai Rp 49 milyar sebuah nilai fantastis untuk sebuah gedung yang manfaatnya juga tidak jelas,"tutupnya.**(fer)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Kamis, 04 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Dirut RSUD Pasir Pengarayan Mengaku Tanda Tangannya Dipalsukan
PASIR PENGARAYAN -- Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasir Pengarayan, dr. Wildan Asfan Hasibuan M.Kes akui, tanda tangannya juga ikut dipalsukan oleh oknum pelaku yang membuat Surat Keputusan (SK) kerja puluhan tenaga honor di RSUD. Dikatakan…
-
Kamis, 04 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Proyek Optimalisasi Kelistrikan RSUD Indrasari Rugikan Daerah 400 Juta Rupiah
RENGAT -- Akibat Ulah Tim PHO (Profesional Hand Oper) Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang mem PHO kan Proyek Optomalisasi Kelistrikan RSUD Indrasari Rengat Daerah (APBD)Kabupaten Inhu Rugi mencapai Rp. 400 Juta. Hal…
-
Rabu, 03 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
KNPI Motori Pemberantasan Ngelem Dikalangan Remaja
TEMBILAHAN -- Pertemaun antara Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Inhil dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Inhil dalam rangka mengatasi maraknya kenakalan remaja yang meresahkan masyarakat khususnya di Kota Tembilahan. Acara berlangsung di…
-
Rabu, 03 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Ratusan ASN Siak Urus SIM secara Kolektif
SIAK -- Pasca telah dibukanya pengambilan formulir untuk pembuatan Suart Izin Mengemudi (SIM) secara kolektif bagi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan pemerintah daerah Siak dengan memfasilitasinya, baik itu untuk SIM kenderaan roda Dua maupun roda Empat, dimanfaatkan oleh ASN dengan sebaik-baiknya.
-
Rabu, 03 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Tersengat Arus Listrik, Warga Dusun Banjar Agung Meninggal Dunia
DAYUN -- Nasib naas menimpa Saryono (45) warga Dusun Banjar Agung Kampung Banjar Seminai Kecamatan Dayun tewas tersengat Listrik saat hendak memperbaiki kable dirumahnya, kejadian terjadi pada hari Selasa 2 Februari 2016 siang kemarin. Berdasarkan informasi yang…
-
Rabu, 03 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Jaksa Dalami Keterlibatan Kades Talang Pring Jaya Dalam Kasus Ilog
RENGAT -- Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat akan mendalami dugaan keterlibatan Kades Talang Pring Jaya Kecamatan Rakit Kulim, Zainal dalam Kasus Illog (Ilegal Logging) yang menyebabkan 4 Orang Warganya dipenjara. Kepala Seksi…
-
Rabu, 03 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Tak Bayar Uang Suplayer, PT LBPI Digembok
ROKAN IV KOTO -- Akibat tidak membayarkan uang buah sawit yang nilainya Miliaran Rupiah, delapan suplayer menggembok pagar PT Lubuk Bendahara Palma Industri (LBPI) yang beroperasi di Desa Lubuk Bendahara, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu, Rabu 3 Februari 2016. …
-
Rabu, 03 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Fokus Ornop Desak Kejaksaan Juga Tuntaskan Kasus Jalan Kota
TEMBILAHAN -- Kinerja Kejaksaan Negeri Tembilahan dalam menuntaskan korupsi di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air mendapat pujian banyak pihak. Apalagi sejauh ini Kejaksaan sudah menggandeng KPK dalam penuntasan kasus korupsi di SKPD tersebut. Hanya saja…
-
Selasa, 02 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Ratusan ASN Siak Tidak Punya SIM
SIAK -- Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai honor dilingkungan pemerintah daerah tidak punya SIM, dengan adanya program yang difasiltasi oleh Pemerintah daerah melalui bagian umum OND dan ASN dan tenaga honorer ramai-ramai mengambil formulir untuk membuat SIM baru atau pun untuk memperpanjangkan SIM.
-
Selasa, 02 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Dugaan Korupsi Jembatan Enok, Pengusutan Lebih Jauh Tunggu Audit Tim KPK
TEMBILAHAN -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Tembilahan masih menunggu hasil audit tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait dugaan korupsi pembangunan Jembatan Sungai Enok, Kecamatan Enok. "Kejaksaan Negeri Tembilahan hingga saat ini masih menunggu hasil audit yang dilakukan…
-
Selasa, 02 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Kaget Temukan Botol dan Plastik Bekas Lem
Kapolsek Dorong Lurah dan Camat Ajukan Perda dan Data Penjual Lem
PANGKALANKERINCI -- Meskipun hanya sekedar lem,kendati sederhana dan bermanfaat untuk berbagai keperluan. Namun ternyata bahan yang banyak dijual bebas ini juga mengancam generasi muda. Terutama, jika menggunakan lem untuk kegiatan terlarang, seperti kecanduan lem. "Anak-anak pelajar atau siapa…
-
Selasa, 02 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Papam PTPN V Kebun Sei Tandun Gelar Kampanye Anti Narkoba
TANDUN -- Guna menyelamatkan para generasi muda serta membantu pemerintah dalam memberantas peredaran Narkoba, Senin 1 Februari 2016 Papam PTPN V Kebun Sei Tandun, Kapten Rianto bersama jajarannya, Pratu Dede SP serta para Security menggelar kampanye Anti Narkoba di lingkungan perusahaan perkebunan sawit tersebut.
-
Senin, 01 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Diparkir di Teras Rumah, Motor IRT Raib Digasak Pencuri
RAMBAH SAMO -- Pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bukan hanya mengincar sepeda motor di tempat parkiran atau tempat sepi. Sepeda motor yang diparkir di teras rumah dengan stang terkunci juga disikat pencuri. …
-
Senin, 01 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Dispenda Temukan Ratusan Rekleme Ilegal di Kota Pekanbaru
PEKANBARU -- Saat ini Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Pekanbaru banyak menemukan reklame ilegal yang sudah tayang dibeberapa ruas jalan di Pekanbaru. Hal initentu saja berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru. Kepala Dinas Pendapatan Asli…
-
Senin, 01 Februari 2016 - 00:00:00 WIB
Ranperda Parkir Pekanbaru Masih Tertahan di Kementerian
PEKANBARU -- Hingga saat ini Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tentang Pengelolaan Parkir masih dibahas oleh Kementerian. Hal tersebut disampaikan oleh Anggota DPRD Kota Pekanbaru Ida Yulita Susanti selaku Ketua Pansus Ranperda Parkir. Ida…
-
Minggu, 31 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Kondisi Ekonomi Masyarakat Sulit, Rohul Rawan Aksi Pencurian
PASIR PENGARAYAN -- Kini kondisi perekonomian di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), banyak dikeluhkan masyarakat dalam keadaan sulit, akibat anjloknya harga getah karet dan Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit masa berbuah jarang. Disampaikan warga Rambah Tengah Hulu…
-
Kamis, 28 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Ditimpa Pohon, Pengemudi Inova Meninggal Dunia
RENGAT -- Antoni (38) warga Desa Rimpian Kecamatan Lubuk Batu Jaya Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) harus merenggang nyawa akibat Mobil Mini Bus Kijang Inova yang dikemudikannya ditimpa oleh pohon yang tumbang dipinggir jalan yang dilintasinya. Kapolres Inhu…
-
Kamis, 28 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Kapolres Rohul Akui Hendri Manurung Merupakan Bandar Narkoba yang Ditakuti
PASIR PENGARAYAN -- Kapolres, AKBP Pitoyo Agung Yuwono SIK,M.Hum, mengakui polisi masih melakukan pengejaran terhadap Hendri Manurung (35), tahanan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Pasir Pengarayan yang kabur pada Sabtu 9 Januari 2016 lalu. Pitoyo mengakui…
-
Kamis, 28 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Lakukan Penertiban Reklame Rokok, Dispenda Bersenergi Dengan Satpol PP
PEKANBARU -- Pasca dikeluarkannya edaran Walikota Pekanbaru, nomor 510. 12/dispenda/276. a, yang mengatur tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), masih banyak bertebaran reklame rokok di jalan yang dilarang, seperti jalan Sudirman. Menanggapi itu, Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda)…
-
Rabu, 27 Januari 2016 - 00:00:00 WIB
Kemenag Siak Ajak Masyarakat Waspadai Bujuk Rayu Penganut Aliran Sesat
SIAK -- Keberadaan kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang akhir-akhir ini mendapat perhatian serius dari pemerintah, karena dinilai sebagi kelompok penganut aliran sesat, hendaknya bisa terus diwaspadai oleh masyarakat di Kabupaten Siak. "Jangan sampai masyarakat terpengaruh oleh…






