DUMAI -- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Dumai menggelar Pelatihan Kompetensi Berbasis Masyarakat. Kegiatan tersebut direncanakan dibuka langsung oleh Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS di Hotel Comfort Dumai pada 6 April 2016 mendatang.
 
Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan dan Produktifitas Tenaga Kerja Disnakertrans Kota Dumai, Raisman SE menjelaskan, kegiatan pelatihan kompetisi berbasis masyarakat sangat diminati masyarakat. Khususnya teknik welder dan boiler sehingga harus dibatasi. 

"Hingga kini jumlah pendaftar sudah 112 orang dari 96 orang yang dibutuhkan," ungkapnya kepada wartawan, Kamis 31 Maret 2016.
 
Menurut Raisman, pelatihan kompetensi berbasi masyarakat akan dilaksanakan secara terpisah dengan mamanfaatkan rumah terampil yang ada di sejumlah kecamatan. Untuk pelatihan menjahit dan bordir dilaksanakan di Rumah Terampil Kecamatan Dumai Barat dan Rumah Terampil di Kecamatan Bukit Kapur. Sedangkan Pelatihan lainnya dilaksankan di Rumah Terampil belakang kantor Disnakertrans Jalan Kesehatan Dumai.

"Kegiatan ini didanai melalui APBD  Dumai tahun 2016, diharapkan bisa menunjang program, visi dan misi Pemerintah Kota (Pemko)  Dumai dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM). Dengan dilaksanakannya pelatihan kompetensi ini peserta bisa membuka usaha sendiri,”  jelasnya.

Seperti diketahui, Dumai sebagai kota industri banyak membutuhkan tenaga kerja. Tentu tenaga kerja yang dimaksud harus sesuai pula dengan kebutuhan perusahaan, sehingga ketersediaan tenaga kerja sesuai pasar kerja menjadi penting. 

"Pelatihan welder dan instalasi listrik industri serta boiler sangat banyak peminatnya. Karena peserta yang dinyatakan lulus dapat mengisi lapangan kerja yang tersedia di perusahaan. Maka dari itu, diharapkan pelatihan ini bisa mampu mendorong program pengetasan kemiskinan dan pengangguran di Dumai,"jelasnya.

Di Kota Dumai dalam rekrut tenaga kerja di perusahaan diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) No 10 tahun  2004. Dalam ketentuan tersebut,  tenaga kerja tempatan menjadi prioritas, yakni 70 persen masyarakat tempatan dan 30 luar kota Dumai. 

Tidak itu saja, Pemko Dumai telah pula menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan para  pengusaha di Kota Dumai untuk menguatkan Perda tersebut. Anak Dumai menjadi prioritas bekerja di perusahaan. 

Kendati demikian, mindset (pola pikir) masyarakat Kota Dumai sudah saatnya dirobah. Jangan lagi terpaku hanya menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dan karyawan perusahaan. Tapi sebaiknya harus berpikit untuk mampu mandiri dengan membuka usaha sendiri.

Untuk itu pulalah, pelatihan pelatihan berbasis kompetensi dilakukan untuk mengejar peluang besar untuk membuka usaha mandiri dan peluang kerja di tengah masyarakat. Perusahaan di kota Dumai juga diharapkan memberikan perhatian terhadap pelatihan tenaga kerja di kota Dumai melalui CSR perusahaan.

Staff pelatihan, Rozita menambahkan bahwa jumlah peserta yang mendaftar sebelumnya berdasarkan jenis pelatihan seperti pelatihan Boiler sebanyak 22 orang, instalasi listrik industri 16 orang, welder 42 orang, menjahit 20 orang, bordir 18 orang serta pelatihan salon sebanyak 17 orang.**(yus)