• Firdaus ST MT

PEKANBARU -- Setelah sebelumnya Kantor Walikota Pekanbaru sempat dijadikan posko evaluasi bayi. Walikota Pekanbaru, Firdaus MT kembali intruksikan Tiga puskesmas untuk dijadikan lokasi evakuasi bayi. Hal ini menyikapi kabut  asap yang berada di level sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Walikota Pekanbaru DR H Firdaus ST MT ketika dikonfirmasi Rabu 21 Oktober 2015 pagi, menjelaskan bahwa pembukaan Posko evakuasi bayi dan balita ini sengaja dibuka di tiga puskesmas berbeda agar mudah dijangkau oleh masyarakat yang memerlukan bantuan evakuasi.
               
“Posko evakuasi bayi dan balita memang kita siapkan di tiga puskesmas tersebut, tetapi 17 Puskesmas dan 31 Pustu tetap dalam kondisi siaga melayani masyarakat yang terpapar kabut asap, dan pelayanan yang diberikan di semua puskesmas tersebut adalah gratis,’’jelas Walikota.
               
Untuk dievakuasi ke posko tersebut, lanjut  Walikota, masyarakat yang berasal dari keluarga miskin dan memiliki bayi dan balita yang ingin dievakuasi cukup dengan cara melapor ke Puskesmas atau Pustu terdekat, selanjutnya petugas akan menjemput atau mengantar ke Posko evakuasi dengan menggunakan mobil ambulance puskesmas atau mobil tim Satkorlak yang memang sudah dipersiapkan.

Sementara Kepala BPBD Damkar Kota Pekanbaru yang ditunjuk sebagai Kepala Tim Satkorlak Penaggulangan Bencana Kabut Asap Kota Pekanbaru Burhan Gurning, mengatakan, keberadaan posko evakuasi Bayi yang terletak di Aula Lantai tiga Kantor Walikota saat ini dinilai belum maksimal. Pasalnya jaraknya sangat jauh dari pemukiman masyarakat  miskin yang memerlukan evakuasi.
               
“Setelah mendapat penjelasan tentang hasil evaluasi tersebut, Pak Wali segera mengintruksikan agar pihaknya segera membuka Posko evakuasi bayi dan balita di tiga Puskesmas yang berbeda di tiga kecamatan yaitu di Puskesmas rawat Inap Sidomulyo, Puskesmas Rumbai, dan Puskesmas Tenayan Raya,’’ ujar Gurning.