• Ayat Cahyadi

PEKANBARU -- Terbatasnya posko evakuasi yang dibuat oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, dikhawatirkan tidak bisa menampung banyak bayi dan balita yang perlu dievakuasi. Hal ini karena semakin buruknya kondisi udara saat ini yang dipenuhi asap pekat.

“Kita ada 58 kelurahan tentu tidak bisa menampung semuanya, kalau begini terus mungkin kita  bisa memaksimalkan rumah ibadah seperti mesjid yang ada AC. Kami menghimbau jugalah bantuan dari pengurus mesjid ,”himbau Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, Rabu 21 Oktober 2015.

Namun demikian pendirian posko evakuasi di mesjid ini ditegaskan Ayat, bisa dilakukan jika memang sudah sangat mendesak dan dibutuhkan sekali. Disamping itu agar tidak mengganggu orang sholat berjamaah, posko evakuasi bisa diatur dibagian dalam ruangan paling belakang.

“Hendaknya keberadaan posko evakuasi bayi dan balita dimesjid ini tidak sampai menggangu orang yang sholat berjamaah. Pengurus mesjid saya rasa bisalah mengatur semua itu,”jelas Ayat lagi.

Dilain sisi, terus berlanjutnya musibah kabut asap ini dinyatakan Ayat juga menjadi pelajaran berharga bagi Pemerintah Kta Pekanbaru untuk meningkatkan alokasi dana darurat becana. Karena dengan jumlah yang ada tahun ini yakni Rp 1 M terbukti tidak mencukupi untuk mengatasi bahaya kabut asap. Terlebih lagi ketika posko evakuasi harus didirikan pada banyak tempat dan perlu juga dukungan dana operasional yang kuat.

"Saya rasa ini pelajaranlah bagi kita, bisa saja tahun depan dana darurat becana ditambahkan lagi. Pasalnya Rp 1 M ini tidak cukup dengan kondisi kabut asap yang berlarut-larut,"tutupnya.**(saf)