BAGANSIAPIAPI -- Ribuan warga tionghoa Bagansiapiapi melaksanakan sembahyang sayur bertempat di Vihara Buddha Kirti Bagansiapiapi Jalan pahlawan Bagansiapiapi, Ahad 18 Oktober 2015.

Selain masyarakat Tionghoa Bagansiapiapi sembahyang sayur juga dilaksanakan dari luar negeri dan dalam negeri.

"Sudah ratusan tahun, sampai sekarang,diagama kita,kalau bagi umat muslim seperti bulan ini bulan suci,"kata ketua Vihara Awi Oliong saat itu dirinya turut didampingi pengurus yang lain.

Menurut Awi Oliong,sembahyang sayur dijalankan juga untuk sosial budaya, sembahyang sayur juga diisi dengan kegiatan sosial dengan memberi makan kepada fakir miskin,anak yatim.

"Kita laksanakan selama sembilan hari,ini sudah hari kelima. Selain itu tiap tahun kita beri santunan di yayasan Ujang Khalijah Bagan Hulu,setahun  tidak kurang 1 ton beras, minyak goreng, gula, semuanya dari donatur, mereka para penyumbang. Dari Bagansiapiapi, dari luar, Panipahan, Pulau Halang, Sinaboi, Sungai Bakau, Sungai Nyamuk, dari Jakarta, Pekanbaru, Dumai, Semarang, Surabaya,"jelas Awi Oliong.

Menurut Awi Oling sembahyang sayur salah satu,sejarah semasa Dinasti Cin,"Dia tu basmi tempat ibadah, hancurkan tempat ibadah la. Sembilan dewa menolong, ada satu ketua shaolin, juga mau dihangusin, seluruh lapisan masyarakat China tu berkumpul, berkabunglah pada saat itu, baju putih, celana putih, makan vegetarian (Tidak mengandung daging-red), boleh dikatakan sembilan hari ini, bulan suci, makanya tiap tahun turun temurun,"katanya dengan logat Cina.**(zai)