Gaungriau.com -- Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat, dan bangsa Indonesia. Melihat penomena alam dan lingkungan yang semakin hari semakin memprihartinkan seperti Provinsi Riau khususnya Kabupaten Kampar, yang dilanda kabut asap hal ini dipadang perlu juga perlu peran kepramukaan didalamnya.
Hal tesebut disampaiakan Ketua Ranting Pramuka 03 Kampar Hj Eva Yuliana,SE dalam sambutannya pada acara sosialisasi peran pramuda dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Aula kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, Selasa 22 September 2015.
Eva menambahkan, pentingnya pramuka dalam hal ini bahwa pramuka senidiri merupakan pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang memiliki arti Orang Muda yang Suka Berkarya. Disamping itu pramuka sendiri dikenal dengan orang-orang yang selalu siap.
Apalagi baru beberapa ini kita dihadapkan dengan udara segar, sudah hampir dua bulan kita menghirup udaya tidak sedap bahkan sudah kategori berbahaya. Untuk itu mintra atau kejasama Pramuka dengan Badan Lingkungan Hidup untuk turun bersama dalam menanggulangi pencemaran lingkungan.
"Kita akui bersama, bahwa para perusak lingkungan sendiri adalah ulah tangan manusia sendiri, untuk itu melalui kegiatan ini, dengan jumlah peserta 61 orang yang hadir saat ini semoga nantinya masing-masing bisa membawa 10 orang. Dengan demikian 610 orang sudah bisa menjaga lingkungan, apalagi yang 610 dikali 10 lagi insya Allah lingkungan akan terjaga,” ungkap anggota DPRD Riau tersebut.
Lebih lanjut, Eva juga mengharapkan agar UU 32 tahun 2019 tentang perlindungan hutan dirobah, karena jika tidak, apabila diperbolehkan membakar satu orang dua hektar maka ratusan orang yang membakar sudah ribuan hektar yang terbakar mingkin.
Untuk itu, dihimbau para peserta khususnya para anggota pramuka agar nantinya bisa memberikan pemahaman kepada masyakarat tentang perlindungan lingkungan, sebab kita jangan memikirkan hidup kita saja tetapi kita juga mesti memikirkan anak keturunan 10 atau 20 tahun kedepannya. Pramuka sendiri kedepan akan selalu siap bekerjasama baik dengan BLH, BNPB,TNI dan Polri untuk perlindungan lungkungan agar para generasi kedepan juga bisa merasakan keindahan dan kenikmatannya alam.
Sementara, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kampar Wiliam Tarigan dalam sambutannya menyampaikan bahwa BLH menyambut baik kerjasama atau jalainan mitra parmuka dengan BLH. Dengan adanya mitra kami siap selalu berkoodinasi dengan pramuka terkait ligkungan hidup.
Dengan pramuka mari kita jaga dan selamatkan lingkungan hidup, apapun masalahnya kita mesti selamatkan ligkungan seperti hal belakangan ini kabut asap yang melanda Riau Kampar khsusunya, yang pada akhirnya banyak menimbulkan panykit ISPA melanda masyarakat.**(man)








