PEKANBARU -- Dari 40 peserta mengikuti lomba Karya Tulis Ilmiah 2017 yang ditaja Dinas Kebudayaan (Disbu) Provinsi Riau, Rokan Hulu keluar sebagai pemenang pertama, kemudian disusul Bangkinang diperingkat II serta peringkat III dari Bengkalis.

Kemudian juara Harapan I diraih Siak, Harapan II pekanbaru dan Harapan III Inhu. Enam pemenang mendapat piala dan uang pembinaan dari Disbud Riau. Enam peserta terbaik tersebut sangat diapresiasi dewan juri yang dipimpin Prof Dr Mukhtar Ahmad. Kegiatan ini sebagai upaya Pemprov membangkitkan semangat kebudayaan generasi muda.

"Jujur saya terkejut. Ternyata potensi mereka cukup besar. Ada tiga hal penting yang jadi penilaian kita," kata Prof Mukhtar Ahmad, Jumat 27 Oktober 2017 di Hotel Alpha Pekanbaru.

Karya ilmiah 40 peserta dari berbagai sekolah menengah tersebut diawali dengan proses seleksi. Kemudian terpilih 24 yang mempresentasikan dihadapan dewan juri.

Dipimpin langsung Prof Dr Mukhtar Ahmad, Prof Dr Hasnah Faizah MHum, Datuk Seri H Al Azhar, H Dheni Kurnia, H Mustamir Thalib, Dr Junaidi.

Pertama dilihat dari tema yang diangkat peserta sebagai kebudayaan melayu sekaligus harapan. Ia mengaku tidak menduga apa yang dituangkan peserta sangat luar biasa. Misalnya Dicontohkan Mukhtar dari Bengkalis ada joget Bontek.

"Baru itu saya mengetahui tentang kebudayaan tersebut, sangat bagus apa yang dipaparkan dalam makalah mereka termasuk saat presentasi," tambahnya.

Dari sisi isi makalah, diakui Ketua Juri sangat bagus. Begitu pula gagasan-gagasan yang ada untuk melestarikan supaya kebudayaan melayu berkelanjutan juga diapresiasi. Termasuk keberanian peserta dalam presentasi.

"Dengan melihat itu, menurut saya kalau bisa oleh kabupaten ini benar-benar diperhatikan. Pemprov dalam hal mengembangkan kebudayaan, hendaknya juga melibatkan peserta ini," harapnya.

Lomba dilaksanakan melalui Bidang Pelestarian Adat dan Nilai Budaya dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan Riau Raja Yoserizal Zein, Kamis 26 Oktober 2017 malam. "Kita ingin membangkitkan semangat para generasi muda terhadap Kebudayaan Melayu. Sehingga dalam pengembangan kebudayaan yang ada, mampu menjadi penopang dalam mewujudkan visi Riau 2020," harap Kadisbud Riau.

Dalam karya tulis ilmiah tersebut, ada yang namanya study, literatur, referensi, dan narasumber. Para peserta lomba mendapat pengawasan yang selektif dari dewan juri. Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diharapkan paham akan kebudayaan yang ada dan dapat mengembangkan kebudayaan yang ada.**(jai)