PEKANBARU -- Dinas Pendidikan Provinsi Riau memastikan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK di Riau tahun ini tetap menerapkan sistem online, sebagaimana yang dilaksanakan oleh sekolah tahun sebelumnya. Persiapan tengah dilakukan jelang pelaksanaan Juli mendatang.

“Saat ini kami tengah mempersiapkan apakah pengadaan sistem aplikasinya melalui lelang atau langsung. Karena ada beberapa provinsi yang harus melalui proses lelang, seperti di Bali,” ungkap Kabid Pendataan Disdik Riau, Ahyu Suhendra, Senin 22 Mei 2017.

Sekarang, terang Ahyu, pihaknya masih membahas dalam tim. Satu di antaranya adalah menentukan perusahaan yang memang memiliki jaringan hingga ke semua wilayah. Kemungkinan akan bekerjasama dengan Telkom. Karena mereka sudah memiliki server. Jadi Disdik tak perlu membangun server.

Dijelaskan dia, ada sekitar Rp 500 juta disiapkan untuk mempersiapkan sistem ini. Termasuk mencari dasar hukum jika pihaknya melakukan penunjukkan langsung. Karena ini merupakan pekerjaan yang sifatnya kekhususan.

Dia juga sudah menugaskan tim untuk berkonsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan. “Apakah boleh atau tidak dengan petunjukkan langsung itu. Kami mau semua ini berlangsung transparan,” paparnya.

Dijelaskan dia, nanti pembagian kuota tetap sama dengan yang pernah diterapkan di kabupaten/kota. Dimana akan ada kuota jalur anak tempatan, jalur anak berprestasi, jalur anak guru dan jalur umum.

Disamping itu, Ahyu mengusulkan nanti akan ada poin khusus yang memuat penghasilan orangtua calon peserta didik baru. Dengan demikian, yang berasal dari keluarga tak mampu tapi nilainya belum memenuhi masuk sekolah negeri tetap akan diakomodir.**(mad)