• Abdul Jamal

PEKANBARU -- Target 30 persen yang dibebankan SMP untuk menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun ini belum bisa dipenuhi oleh Pemko Pekanbaru. 

Dari 121 SMP yang ada di Pekanbaru, hanya 27 yang bisa melaksanakan UNBK. Itu pun dilaksanakan dengan cara menumpang di gedung SMA dan SMK terdekat yang memiliki fasilitas komputer yang memadai.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Abdul Jamal menargetkan, tahun 2019 mendatang seluruh SMP Negeri yang ada di Kota Pekanbaru bisa menyelengarakan ujian nasional berbasis komputer. Target tersebut dibebankan kepada sekolah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

"Mau tidak mau setiap sekolah wajib mulai mempersiapkan dirinya sejak sekarang. Pelaksanaan UNBK dinilai merupakan kemajuan di bidang pendidikan. Karena itu patut mendapatkan dukungan dari daerah. Mulai 2017 ini Disdik Pekanbaru sudah mulai mengikuti instruksi pemerintah pusat dengan meningkatkan sekolah yang ikut UNBK. Seluruh sekolah SMP Negeri pada 2019 mendatang, wajib UNBK, "kata Jamal.

Ujian dengan sistem komputer itu memang sudah lebih dulu dilaksanakan SMA dan SMK Negeri. Sedangkan SMP Negeri baru mulai di 2017. Artinya lanjut Jamal, meski masih terkesan baru namun pelaksanaan UNBK dinilai menambah kemajuan dunia pendidikan.

"Kemajuan itu kan untuk kebaikan kualitas pendidikan, UNBK ini meski pemerintah pusat mewajibkan bagi yang siap sarana dan prasarananya namun patut didukung secara penuh karena tujuan sangat bagus,”katamnya menambahkan.

Bahkan Jamal merasa sangat optimis, jika sekolah SMP Negeri se-Kota Pekanbaru bisa memenuhi target yang diharapkan untuk bisa melaksanakan UNBK. Meski demikian, dirinya mengaku banyak persiapan yang  perlu dimatangkan lagi termasuk sarana komputer.