• H Arsyadjuliandi Rachman

PASIR PENGARAYAN -- Sikapi 10 unit sekolah di batas 5 desa konflik masuk wilayah administratif Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang diambil alih sepihak kabupaten Kampar tanpa sepengetahuan Pemkab Rohul, Gubenur Riau (Gubri), H Arsyadjuliandi Rachman hanya menegaskan, yang terpenting diurus dengan baik.

“Yang terpenting proses pembelajaran tidak terganggu, dan diurus dengan baik jadi itu tidak masalah,” terang Gubri, Arsyad Juliandi Rahman, Rabu 8 Maret 2017 saat hadiri Musrembang tingkat Kabupaten Rohul tahun 2017, di Convention Hall Masjid Agung Islamic Centre Rohul.

Dimana sebelumnya, Kepala sekolah SD Negeri 020 Kecamatan Kunto Darussalam, Rohul, Hery Subagio,S.Pd mengatakan, ada 7 SD unit, 3 unit SMP di lima Desa yang ada di Rohul diambil alih oleh Pemkab Kampar.

Kepala sekolah yang ada di wilayah Lima desa serta para guru status PNS, kecewa ke Pemerintahan Kabupaten Kampar. Karena ketentuan lima desa belum ada kesepakatan antara Bupati Rohul dengan Kampar terkiat tapal batas di lima desa.

“Kami meminta Pemkab Rohul, untuk memastikan apakah lima desa sudah masuk wilayah Kabupaten Kampar atau Kabupaten Rohul,“ harapnya.

Kata Hery lagi, Pemerintah pusat, Provinsi, dan Kabupaten, sebaiknya terlebih dahulu menyelesaikan tapal batas Kabupaten Kampar dengan Kabupaten Rohul, agar tidak nantinya komplen atau bentrok antara masyarakat versi kabupaten Kampar dengan masyarakat Kabupaten Rohul seperti yang terjadi tahun sebelumnya di lima Desa. Kerena, saat ini, anak-anak sekolah akan menghadapi Ujian Akhir Sekolah.

“Kami Kepala sekolah, serta Kepala desa di lima desa termasuk Ketua BPD, Ketua Komite, tokoh masyarakat serta masyarakat lima desa Kecamatan Kunto Darussalam, dan Pagaran Tapah Darussalam Kabupaten Rohul, meminta Pemerintah Pusat, Gubri maupun Pemerintah Kabupaten segera selesaikan tapal batas status lima desa,” tegas Hery.