PASIR PENGARAYAN -- Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 025 Rambah di Desa Menaming Kecamatan Rambah, yang berjarak sekira 12 kilometer dari Pasir Pengarayan, ibukota Kabupaten Rohul, kondisinya memprihatinkan. 
Kondisi itu diketahui ketika anggota Komisi III DPRD Kabupaten Rohul dari Fraksi Partai Nasdem, Alpasirin, tinjau langsung kondisi SDN 025 Rambah, Rabu 8 Maret 2017 pagi.

Alpasirin atau akrab disapa Alpa menegaskan, kondisi SDN 025 Rambah tersebut sangat memprihatinkan. Padahal, dua tahun lalu dirinya pernah ajukan di rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Rohul, agar sekolah tersebut dibantu, karena saat dirinya meninjau ke sekolah tersebut langsung, satu ruangan disekat  kemudian digunakan untuk belajar dua Riang Kelas Belajar (RKB).

Bahkan ditegaskan Alpasirin, saat itu dirinya ngotot ke pihak Disdikpora Rohul, semasa M. Zein di Rapat Banggar, agar SDN 025 Rambah tersebut bisa dibantu, untuk  penambahan dua RKB lagi. Namun hingga tahun 2017, belum ada bantuan atau perhatian dari pemerintah.

Apalagi, saat ini muridnya sudah 150 orang, kini pihak SDN 025 melibatkan masyarakat  bergotong-royong  bangun dua RKB di awal 2017. Dimana dua RKB tersebut,  kini digunakan untuk proses belajar mengajar murid Kelas 1 dan 2.

“Jadi ini buktinya, sudah dua tahun lalu kita ajukan namun tidak dilakukan. Padahal jauh hari sudah kita usulkan,  malahan saya semoat ribut di Banggar," kesal Alpasirin.

Karena tidak adanya perhatian dari pemerintah, Alpasirin mempertanyakan komitmen dan keseriusan Pemkab Rohul membangun dunia pendidikan. Apalagi, dana pendidikan dianggarkan sekira 20 persen dari dana APBD Rohul setiap tahunnya. Dengan dana 20 persen dari APBD Rohul setiap tahunnya, maka sekolah-sekolah yang kekurangan RKB bisa dibantu secara bertahap, atau mendahulukan sekolah yang benar-benar
membutuhkannya.

“Ini baru sekolah dekat kota ibukota Rohul, belum lagi sekolah-sekolah di pedalaman, seperti di Desa Ulak Patian sana (Kecamatan Kepenuhan)," tegas Alpasirin.