• Petani Kelapa Inhil

TEMBILAHAN -- Peruntukan anggaran untuk perbaikan trio tata air perkebunan kelapa selama 3 tahun pemerintahan HM Wardan selalu minim. Dengan kebijakan ini, Komitmen HM Wardan di dipertanyakan.

Bupati HM Wardan sudah dikenal sebagai bapak kelapa dan dalam setiap kesempatan seringkali menyatakan akan memprioritaskan perbaikan trio tata air perkebunan kelapa yang sudah rusak parah akibat intrusi air laut.

"Selain itu, kami dari Komisi II DPRD Inhil tidak henti hentinya memperjuangkan agar anggaran untuk penyelamatan kebun kelapa diprioritaskan sesuai slogan bupati, namun kenyataannya satuan kerja terkait kita nilai justru bertindak sebaliknya, karena anggaran untuk itu selalu minim, " ungkap Samino, anggota Komisi II DPRD Inhil, Senin 3 Oktober 2016.

"Tahun 2016 ini saja hanya sekira Rp 10 miliar lebih, sementara yang mau diperbaiki sudah sangat masif," ujarnya.

Akibatnya kata Samino lagi, komitmen dan kredibilitas bupati HM Wardan yang menjadikan penyelamatan perkebunan kelapa sebagai program unggulan dipertanyakan.

"Kami tidak melihat kebijakan bupati ini berbanding lurus dengan apa yang dijalankan satuan kerja terkait dan yang lebih parah, sang bupati pun seolah membiarkan kebijakannya tidak dilaksanakan dengan maksimal, aneh memang, " tukas Samino.

Ditempatkan terpisah, seorang tokoh muda Inhil yang cukup kritis memantau kinerja pemerintahan Inhil, Edy Indra Kesuma mengatakan bahwa pada hakikatnya, masyarakat Inhil tidak menolak pembangunan yang bernuansa prestise.

"Namun karena masih banyak yang lebih penting, apalagi janji bupati yang akan memprioritaskan perbaikan kebun kelapa tidak ditunaikan dengan maksimal, pembangunan lain yang dilakukannya akan selalu menjadi bahan sorotan dan kritikan tajam. Bupati tidak berbuat seperti yang dikatakannya, " paparnya.

Lebih jauh Edy Indra Kesuma menjelaskan bahwa ketidak tegasan HM Wardan dalam memimpin pemerintahan di Kabupaten Inhil semakin terpapar jelas dari minimnya pelaksanaan program unggulannya sendiri.

"Katanya fokus membenahi perkelapaan?, tapi anggaran tidak diarahkan kesana secara signifikan dan lucunya lagi, dana yang adapun tidak dilaksanakan maksimal, " jelasnya.**(Suf)